2 Kapal Perang Malaysia Sandar di Surabaya, Jalankan Misi Regional

Nusantara Bicara, Jakarta — Dua kapal perang milik Angkatan Laut Malaysia (TLDM), KD Kelantan-157 dan KD Badik-113, resmi bersandar di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (31/3). Kedatangan alutsista negeri jiran ini merupakan bagian dari misi besar bertajuk regional engagement deployment atau penempatan misi kerja sama kawasan tahun 2026.

Kehadiran kapal-kapal perang Malaysia ini tidak datang begitu saja. Sejak memasuki perairan Laut Jawa hingga jalur masuk pelabuhan Surabaya (APBS), mereka sudah disambut oleh KRI Karel Satsuit Tubun-356. Kapal perang TNI AL ini bertindak sebagai pemandu jalan sekaligus melakukan pengawalan ketat hingga kedua kapal tamu sandar dengan aman di dermaga.

Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) V Laksda Ali Triswanto, menegaskan kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat hubungan dua negara antara TNI AL dan Angkatan Laut Malaysia.

Ali berharap momentum ini bisa menjadi wadah pertukaran informasi dan peningkatan profesionalisme.

“Kunjungan ini bukan sekadar sandar, tapi menjadi sarana penting untuk memperkuat hubungan persahabatan serta meningkatkan interoperabilitas atau kemampuan untuk bekerja sama secara terpadu di lapangan,” ujar Ali, dikutip dari keterangan Kodaeral V, Rabu (1/4).

Prosesi penyambutan kapal perang negara sahabat ini dilakukan secara profesional. Selain pengawalan dari kapal permukaan, TNI AL juga mengerahkan kekuatan udara untuk memantau pergerakan konvoi kapal dari langit.

Pesawat udara TNI AL jenis U-6215 tampak melakukan pengamatan udara maritim di sepanjang jalur pelayaran. Tak hanya memantau keamanan, pesawat ini juga melakukan sesi foto udara (photo exercise) saat konvoi kapal perang kedua negara melintasi jalur laut menuju Surabaya.

Ali menambahkan, sinergi yang ditunjukkan dalam penyambutan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi stabilitas keamanan laut di kawasan Asia Tenggara.

“Momentum ini kita harapkan mampu memperkokoh kerja sama pertahanan kedua negara, sekaligus memastikan stabilitas keamanan laut di kawasan tetap terjaga dengan baik,” tegasnya. (Agus)

Tinggalkan Balasan