Baru Terbentuk di 4 Provinsi, Baret ICMI Langsung Beri Bantuan Ke Wilayah yang Tak Tersentuh

Ketua Umum Badan Reaksi Cepat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (Baret ICMI ) Pusat, Lili Erawati, S.Kom.

Jakarta, Nusantara Bicara – “Organisasi Baret ICMI didirikan pada Tanggal 14 Januari 2025 dan sejak didirikan terus memperkuat struktur kelembagaannya di tingkat daerah meski jumlah pengurus pusat masih terbatas.”

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Badan Reaksi Cepat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (Baret ICMI ) Pusat, Lili Erawati, S.Kom. yang aktif memimpin berbagai misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana, seperti pada akhir 2025 di Sumatera dan memberikan respons terkait penanganan bencana di Aceh belakangan ini.

Ia menyebutkan bahwa  saat ini, Baret ICMI telah resmi terbentuk di empat provinsi, yakni:
Sulawesi Selatan
Banten
DKI Jakarta
Aceh


Sementara itu, proses pembentukan kepengurusan tengah berlangsung di Jambi dan Sumatera Selatan. Dan
Sulawesi Selatan menjadi wilayah pertama yang membentuk struktur organisasi, disusul Banten, DKI Jakarta, dan Aceh, ucapnya saat ditemui media di rumah dinas kediaman ketua MPR RI, Ahmad Muzani (26/2/2026).


Dari Think Tank ke Aksi Nyata
Selama ini ICMI dikenal sebagai organisasi berbasis pemikiran (think tank), terutama dalam perumusan kebijakan sosial. Namun di bawah kepemimpinan ketua umum saat ini yang dinilai energik dan visioner, arah gerak organisasi mulai diperluas.


Kebijakan tidak hanya dirumuskan, tetapi juga diuji langsung melalui aksi lapangan.
Salah satu implementasinya adalah pembentukan unit respons cepat sosial dan kebencanaan (Baret ICMI), yang berfungsi layaknya “spesialis tanggap darurat”. yang langsung Turun ke Lokasi Bencana sejak awal berdiri, jadi Baret ICMI tidak menunggu struktur sempurna untuk bergerak, tuturnya.


Hal ini dibuktikan dengan turun langsung saat banjir bandang terjadi di Sukabumi, kemudian melakukan respons dan aksi nyata ketika terjadi bencana banjir di wilayah Jabodetabek, termasuk Bekasi dan Tangerang Selatan.


Pada kejadian bencana di Sumatera, Baret ICMI juga ikut terjun dan melakukan respon cepat dalam penanganan
Aksi kemanusiaan di wilayah terpencil Aceh.


Menariknya, tim ICMI kerap masuk ke daerah yang belum terjangkau organisasi lain. Seperti yang terjadi dalam misi di Aceh, tim medis Baret ICMI yang berjumlah sekitar 10 orang, sebagian besar berasal dari struktur wilayah setempat yang didominasi tenaga kesehatan dan dokter menjadi pihak yang pertama kali menjangkau wilayah-wilayah yang belum tersentuh oleh tim bantuan kemanusiaan yang lain.


Dukungan juga datang dari pengurus daerah lain, termasuk dari Banten yang memiliki fasilitas layanan kesehatan seperti klinik dan rumah sakit. tidak hanya itu Baret ICMI juga fokus pada Lingkungan dan Mitigasi. Selain respons darurat, ICMI menilai bahwa bencana tidak selalu murni dari faktor alam.


Ada kontribusi dari perilaku manusia terhadap kerusakan lingkungan.
Karena itu, organisasi ini mulai mendorong pendekatan berbasis kesadaran ekologis:
Memelihara alam dan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, agar alam juga menjaga keberlangsungan hidup manusia, pungkasnya.(ps)


Pendekatan ini menjadi bagian dari visi Baret ICMI untuk membangun hubungan yang lebih harmonis antara manusia dan lingkungan.(ps)

Tinggalkan Balasan