DPW PSII DKI Jakarta Silaturahmi ke Kesbangpol, Resmi Daftarkan Diri Sebagai Partai Politik


Jakarta, Nusantara Bicara
– Bertempat di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta, rombongan Dewan Pimpinan Wilayah Partai Syarikat Islam Indonesia (DPW PSII) Provinsi DKI Jakarta menggelar silaturahmi dengan Kepala Badan Kesbangpol DKI Jakarta, H. Muhammad Matsani, Rabu (18 Februari 2026) pukul 13.00 WIB.


Rombongan DPW PSII Jakarta dipimpin langsung oleh Ketua Pimpinan Wilayah PSII Jakarta, H. Habib Fathan, BA dan Ketua Dewan Wilayah PSII Jakarta, Drs. Anwar Musaddad, M.Pd. Pertemuan tersebut juga dihadiri Presiden Lajnah Tanfidziyah DPP PSII, K.H. Muflich Chalif Ibrahim.


Dalam kesempatan itu, H. Habib Fathan menjelaskan bahwa Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) merupakan ikhtiar melanjutkan sejarah eksistensi Syarikat Islam Indonesia (SII) yang sebelumnya memang bernama PSII. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum pendaftaran PSII sebagai partai politik resmi di Indonesia.


“Ini bukan organisasi baru, tetapi ikhtiar bersama untuk meluaskan cakupan medan perjuangan SII ke wilayah politik praktis. Hal ini juga merupakan medan juang yang dulu telah digarap oleh PSII sebelum berubah menjadi ormas SII,” terang H. Habib Fathan.


Menanggapi hal itu, Kepala Badan Kesbangpol DKI Jakarta, H. Muhammad Matsani, memberikan arahan mengenai kewajiban partai politik serta pentingnya menjalankan fungsi kepartaian sesuai regulasi yang berlaku.


“Kami berharap agar PSII bisa bersinergi dan menjalankan peran sebagai mitra strategis pemerintah. Tentu saja, PSII juga perlu mempelajari, memahami, dan menyesuaikan peran dan fungsinya sebagai partai politik dengan aturan-aturan baru, terutama aturan kepartaian dan kepemiluan,” imbau Matsani.


Menjawab arahan tersebut, H. Habib Fathan menegaskan komitmen PSII untuk menjadi mitra strategis yang kritis dan konstruktif terhadap berbagai program pemerintah, khususnya di DKI Jakarta.
“Tentu saja kami akan terus aktif menjalankan fungsi dan peran sebagai partai politik, terutama bersama birokrasi dalam mewujudkan tujuan bernegara, yakni merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan