Fananie Center Perkuat Program Sosial dan Ekonomi, Siapkan Raker Nasional


Jakarta, Nusantara Bicara
– Yayasan Fananie Center terus memperkuat peranannya sebagai lembaga sosial yang bergerak di bidang keagamaan, penelitian, pendidikan, dan pengembangan ekonomi. Lembaga yang telah berdiri sejak tahun 2010 ini kini memasuki usia 16 tahun dengan berbagai program sosial di berbagai daerah di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan oleh KH Fananie dalam acara buka puasa bersama dan silaturahmi yang digelar di Jalan Cipinang Cempedak IV No.7A, Otista Polonia, Jakarta Timur.
Menurutnya, Fananie Center didirikan dengan semangat pengabdian sosial dan pengembangan umat, yang juga memiliki keterkaitan historis dengan keluarga Zainuddin Fananie, salah satu tokoh yang berperan dalam pendirian Pondok Modern Darussalam Gontor.
“Fananie Center bergerak di bidang sosial, keagamaan, penelitian dan pengembangan, termasuk pengembangan pendidikan dan ekonomi. Sudah 16 tahun berjalan dan sekarang perlu ada penyegaran dari generasi berikutnya,” ujar KH Fananie.
Ia menjelaskan bahwa lembaga tersebut banyak diisi oleh para alumni Gontor, namun keanggotaannya terbuka bagi alumni berbagai pesantren di Indonesia. Hal ini dilakukan agar gerakan sosial yang dijalankan semakin luas dan inklusif.
Selama ini, Fananie Center aktif melakukan berbagai kegiatan sosial, seperti membantu korban bencana alam, mulai dari bantuan untuk korban tsunami di Aceh, gempa di Sumatera Barat, gempa di Jawa Barat dan Yogyakarta, hingga bantuan bagi masyarakat terdampak letusan gunung berapi.
Selain itu, yayasan juga memberikan bantuan pendidikan berupa beasiswa bagi para santri yang ingin melanjutkan studi hingga jenjang S2 dan S3.
Dalam perkembangannya, Fananie Center juga memiliki jaringan cabang di berbagai daerah seperti Bogor, Bandung, Cianjur, Banten, Bekasi, Karawang, Surabaya, Padang, Medan hingga Lombok.
“Gerakan kita memang tidak terlalu terlihat karena fokusnya pada kerja-kerja sosial seperti membantu anak yatim, menyalurkan Al-Qur’an, serta membantu masyarakat yang terdampak bencana,” jelasnya.
Ke depan, Fananie Center berencana menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) sebagai momentum penyegaran organisasi sekaligus memperkuat program kerja.
Di sisi lain, yayasan juga mulai mengembangkan program ekonomi produktif untuk mendukung keberlanjutan kegiatan sosial. Beberapa di antaranya adalah rencana pengembangan usaha kafe serta kerja sama dalam bidang travel haji dan umrah.
Meski demikian, KH Fananie menegaskan bahwa Fananie Center tetap merupakan yayasan nirlaba.
“Kami bukan lembaga yang mengambil keuntungan. Semua kerja sama yang dilakukan bertujuan untuk mendukung pembiayaan kegiatan sosial dan kemanusiaan yang kami jalankan,” tegasnya.
Acara buka puasa dan silaturahmi tersebut sekaligus menjadi momentum soft launching sejumlah rencana program baru serta ajakan kolaborasi kepada para alumni pesantren dan berbagai pihak untuk bersama-sama memperkuat gerakan sosial Fananie Center.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Bendahara Umum Fananie Center, Hendri Kafi. (Ardendi)

Tinggalkan Balasan