Ian Tanjung bersama Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (purn) Sjafrie Sjamsoeddin saat kegiatan retret PWI, di Bogor (31/1/2026).
Jakarta, Nusantara Bicara – Wakil Ketua Departemen Hukum dan HAM, PWI Pusat sekaligus Pimpinan Umum Nusantara Bicara , Ardiansyah MZ Tanjung, S.Sos., SH., CMC., MH atau yang akrab disapa Bang Ian Tanjung memberikan tanggapannya (3/2/2026) usai mengikuti kegiatan Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Pusat Kompetensi Bela Negara, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Ia menyebut kegiatan retret PWI ini sudah betul dan bagus sekali dilakukan oleh PWI menjelang perayaan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada Tanggal 9 Februari 2026, supaya wartawan menyadari bahwa Bela negara merupakan hak sekaligus kewajiban setiap warga negara oleh karenanya dalam situasi apapun dan jabatan apapun yang dimiliki setiap anak bangsa (termasuk wartawan) wajib membela negaranya, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 30 Undang-Undang Dasar 1945, tuturnya.
Hal itu diungkapkannya, melihat situasi di dunia yang terus berkembang dan bergejolak, jangan sampai situasi perkembangan di dunia itu dapat mempengaruhi dan membawa potensi ancaman pada ketahanan nasional kita, jawabnya.

Seperti yang dikatakan Menhan, Ian Tanjung menyebut insan pers memiliki peran strategis sebagai “penjuru perang opini” yang tengah dihadapi bangsa.
Wartawan dituntut selalu mengikuti perkembangan informasi agar mampu membaca potensi ancaman sejak dini dan menyiapkan langkah antisipasi.
Antisipasi tersebut, harus berpijak pada kepentingan nasional dengan tujuan utama melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Tugas ini bukan semata tanggung jawab aparat pertahanan, melainkan kewajiban seluruh rakyat termasuk wartawan.

“Sebagai insan pers sangat diharapkan untuk terus mengkampanyekan dan menyebar-luaskan jiwa Nasionalisme dan bela negara ke seluruh penjuru negeri untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI.”
Selain itu, insan pers sebagai ujung tombak di bidang informasi harus selalu update terhadap perkembangan yang ada. Kita tidak boleh ketinggalan informasi, kita harus punya suatu antisipasi. Dimana antisipasi yang kita siapkan itu harus menjaga kepentingan nasional kita,” Ungkap Bang Ian.
Sebagaimana diketahui retret PWI berlangsung selama empat hari, mulai Tanggal 29 Januari hingga 1 Februari 2026, diikuti oleh 160 wartawan anggota PWI dari seluruh Indonesia. Retret PWI merupakan rangkaian dari kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) dan bertujuan memperkuat wawasan kebangsaan, menumbuhkan nasionalisme, serta meneguhkan komitmen bela negara di kalangan insan pers sebagai pilar demokrasi.
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pembekalan materi strategis di lingkungan Pusdiklat Bela Negara Kemenhan RI. Selain itu, peserta juga mengikuti pelatihan menembak yang dilaksanakan di Markas Kopassus Cijantung, sebagai bagian dari pengenalan kedisiplinan, ketangguhan mental, serta wawasan pertahanan negara.
Retret ini juga turut dihadiri dan diisi oleh sejumlah pejabat tinggi negara sebagai motivator, di antaranya Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman. Hadir pula Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, perwakilan Kementerian Dalam Negeri Akbar Ali, perwakilan Kementerian Koperasi dan UMKM, BNPB, serta unsur Polri yang diwakili Kadiv Humas Polri dan Karopenmas Mabes Polri.(ps)