Jakarta, Nusantara Bicara — Letkol Pnb Binggi “Rayden” Nobel resmi memegang tongkat komando Komandan Skadron Udara (Danskadron Udara) 12, menggantikan Letkol Pnb Martono “Krypton”.
Alih pimpinan tersebut dilakukan melalui upacara serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin oleh Komandan Grup 3 Tempur Marsma TNI David Yohan Tamboto di apron hanggar Skadron Udara 12, Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Sabtu (14/2).
Komandan Grup 3 Tempur berharap, Letkol Pnb Binggi Nobel dapat membawa Skadron Udara 12 menjadi satuan yang semakin maju, adaptif, serta profesional dalam menjawab setiap dinamika tugas yang terus berkembang.
“Jabatan ini memiliki dimensi strategis dalam pembinaan kesiapan operasional satuan, sehingga menuntut kepemimpinan yang visioner, tegas, dan inovatif, serta berorientasi pada penguatan budaya kerja yang disiplin, solid, dan mengedepankan prinsip zero accident dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegas Marsma TNI David dikutip dari unggahan Instagram @grup_3_tempur_koopsau, Selasa (17/2).
David kemudian mengapresiasi dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan oleh Letkol Pnb Martono selama menjabat sebagai Danskadron 12.
” Berbagai capaian dalam pembinaan personel, peningkatan kesiapan operasional, serta penguatan soliditas satuan telah menjadi fondasi yang kokoh bagi keberlanjutan tugas Skadron Udara 12,” jelas Komandan Grup 3 Tempur.
Lulusan Pilot Training Batch 1 Rafale
Salah satu fakta menarik dari sosok Letkol Pnb Binggi “Rayden” Nobel yaitu ia merupakan salah satu dari empat penerbang tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang dikirim ke Prancis untuk mengikuti program pelatihan bagi pengawak pesawat tempur Rafale, Pilot Training Batch 1.
Melansir keterangan TNI AU dalam laman resminya, tni-au.mil.id, Binggi menempuh program tersebut bersama tiga penerbang lainnya yaitu Mayor Pnb Eri Nasrul Mahlidar, Mayor Pnb Arie Prasetyo, dan Mayor Pnb Yusuf Atmaraga. Keempatnya bahkan tercatat berhasil melaksanakan terbang solo secara bertahap dengan Rafale hingga 19 September 2025.
Skadron Udara 12 dilaporkan menjadi salah satu home base bagi pesawat tempur terbaru yang memperkokoh kekuatan TNI AU. Hingga kini, tiga unit Rafale diketahui telah mendarat di Indonesia dan berada di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru sejak 23 Januari 2025.
Dalam kesempatan berbeda, Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsdya TNI Minggit Tribowo mengungkap bahwa TNI AU berencana untuk menyiapkan tiga skadron udara untuk mengoperasikan pesawat produksi pabrikan Prancis tersebut. Meski demikian, ia tidak merinci skadron udara mana saja yang ditetapkan untuk menjadi home base Rafale.
“Sesuai dengan perencanaan dan kedatangan, Rafale ini tidak cuma satu skadron, tapi kita siapkan menjadi tiga skadron,” jelas Minggit seusai upacara peringatan HUT ke-4 Koopsudnas di Lapangan Upacara Makoopsudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (28/1).(Agus)