Menteri Agus Andrianto Pimpin Panen Raya Serentak dan Layanan Kesehatan Gratis di Lapas Cirebon

Jabar, Nusantarabicara — Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto secara langsung memimpin kegiatan Panen Raya Serentak Nasional yang dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga meresmikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta pembagian bantuan sosial bagi masyarakat sekitar, Kamis (15/1/2026).

Kegiatan ini merupakan implementasi nyata poin ke-13 dari 13 Program Akselerasi Kemenimipas tahun sebelumnya, yang kini dilanjutkan dalam 15 Program Aksi Tahun 2026.

Program tersebut juga selaras dengan pilar keempat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yakni penguatan sumber daya manusia melalui peningkatan kesehatan dan ketahanan pangan nasional.

Ketahanan pangan menjadi prioritas utama Presiden, karena hanya pangan yang tidak bisa digantikan oleh artificial intelligence.

Namun, kedaulatan pangan ini juga harus dibarengi dengan masyarakat yang sehat,” ujar Menteri Agus Andrianto dalam sambutannya.

Menurut laporan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi, layanan kesehatan gratis melibatkan sinergi tenaga medis dari berbagai unit pemasyarakatan, antara lain Lapas Kelas I Cirebon, Lapas Narkotika Cirebon, Lapas Indramayu, Lapas Majalengka, Lapas Kuningan, serta Puskesmas Kosambi.

Program ini menargetkan sedikitnya 150 warga sekitar untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan umum secara gratis.

Selain layanan kesehatan, Kemenimipas juga menyalurkan 500 paket bantuan sosial guna membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.

Langkah ini mencerminkan komitmen kehadiran negara di tengah masyarakat, sejalan dengan upaya pemberantasan kemiskinan dari akar rumput.

Menteri Agus menekankan pentingnya empati dan peran aktif seluruh aparatur Kemenimipas dalam menyelesaikan persoalan rakyat. Ia mengingatkan agar jajaran tidak hanya menjalankan tugas rutin, tetapi juga mampu menciptakan dampak positif yang nyata bagi lingkungan sekitar.

Lebih lanjut, Menteri Agus menginstruksikan para Kepala Kantor Wilayah dan Kepala Unit Pelaksana Teknis untuk segera memetakan kebutuhan akses air bersih di wilayah-wilayah rawan, terutama yang berkaitan dengan penanganan bencana yang masih berlangsung di sejumlah daerah di Indonesia.

“Ke depan, prioritas kita adalah air bersih. Jika kita bisa memenuhi kebutuhan air bersih, hal ini sangat penting bagi kehidupan dan akan memperlancar tugas kita semua dalam melayani rakyat,” tegasnya.(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *