Nusantara Bicara, JAKARTA — Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Hidayatullah mengadakan Halal Bihalal pada Kamis, 9 April 2026 di Kantor pusat DPP Hidayatullah, Jakarta dan menjadikan momentum tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi nasional dalam membangun ekosistem halal.
Dengan mengusung tema “Merajut Silaturahim, Menguatkan Sinergi Halal Menuju Indonesia Pusat Industri Halal Dunia,” hal ini menegaskan bahwa sektor halal bukan hanya isu keagamaan, tetapi juga kekuatan ekonomi masa depan.

Ketua Umum DPP Hidayatullah periode 2025–2030, KH Naspi Arsyad
Kegiatan ini dihadiri tokoh organisasi masyarakat, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pemangku kebijakan sektor halal. Acara tersebut menjadi forum silaturahim sekaligus upaya memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekosistem halal nasional.
Ketua Umum DPP Hidayatullah periode 2025–2030, KH Naspi Arsyad, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar sebagai negara dengan mayoritas Muslim untuk menjadi pemain utama industri halal global. “Kesadaran kolektif umat dalam memilih produk halal menjadi kunci, bukan untuk menolak pihak tertentu, tetapi memastikan konsumsi selaras dengan nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan sektor halal masih menghadapi tantangan, terutama bagi UMKM, seperti tingginya biaya sertifikasi dan keterbatasan akses pasar.
Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong produk halal yang berkualitas dan berdaya saing.
Melalui kegiatan ini, LPH Hidayatullah juga berkomitmen memperluas akses sertifikasi halal dan meningkatkan edukasi kepada masyarakat guna mempercepat pertumbuhan industri halal nasional. (ps)