Jakarta, Nusantara Bicara – Musyawarah Nasional (Munas) IX Badan Musyawarah Masyarakat Bima (BMMB) Tahun 2026 menjadi momentum penting konsolidasi warga Bima di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Selain memilih kepengurusan baru periode 2026–2029, forum ini juga menegaskan komitmen perantau Bima untuk terus berkontribusi bagi daerah asal.
Munas yang dihadiri tokoh masyarakat, akademisi, pemuda, dan berbagai elemen warga Bima tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Para peserta sepakat bahwa organisasi perantau tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, baik di tanah rantau maupun di kampung halaman.
Tokoh Bima, Salahudin Gaffar, dalam sambutannya menekankan pentingnya nilai kemaslahatan dalam setiap kebijakan dan keputusan organisasi. Menurutnya, Munas tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial lima tahunan, melainkan harus melahirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Jangan lupakan kampung halaman. Kita besar di tanah Bima. Apa yang kita capai di rantau, sejatinya harus memberi manfaat kembali untuk daerah dan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat solidaritas antarsesama warga Bima di Jabodetabek, terutama dalam menghadapi tantangan sosial dan ekonomi yang semakin kompleks. Organisasi, kata dia, harus menjadi ruang persatuan, bukan perpecahan.
Dalam Munas IX ini, peserta juga membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya penguatan peran perantau dalam bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta kepedulian sosial. BMMB diharapkan mampu menjadi jembatan kolaborasi antara perantau dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan di Bima.
Pemilihan kepengurusan baru periode 2026–2029 menjadi salah satu agenda utama Munas. Proses pemilihan berlangsung secara demokratis dengan mengedepankan musyawarah dan mufakat, mencerminkan semangat kekeluargaan yang menjadi ciri khas masyarakat Bima.
Dengan terselenggaranya Munas IX ini, BMMB menegaskan komitmennya untuk terus menjaga persatuan warga Bima di perantauan serta memperkuat kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.(Ardendi)