Jakarta, Nusantara Bicara – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pembumian Pancasila (DPP GPP) di bawah kepemimpinan Ketua Umum Dr. Antonius Dieben Robinson Manurung resmi dilantik dan dikukuhkan untuk masa bakti 2025–2030 dalam prosesi khidmat yang digelar di Gedung Joang 45, Jakarta. Pelantikan dan pengukuhan dipimpin langsung oleh Mayjen TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya, serta dihadiri sejumlah tokoh nasional, akademisi, mahasiswa, dan insan media.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh panitia pelaksana dan dipandu oleh Master of Ceremony (MC) yang memimpin jalannya acara secara tertib dan khidmat. Suasana nasionalisme terasa kuat sejak awal kegiatan, mencerminkan semangat kebangsaan yang menjadi ruh Gerakan Pembumian Pancasila.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Prof. Arif Hidayat, mantan Hakim Mahkamah Konstitusi, L. Theo Sambuaga, tokoh nasional, serta Romo Magnis-Suseno, filsuf dan intelektual bangsa yang dikenal konsisten memperjuangkan nilai etika dan demokrasi dalam kehidupan bernegara.
Dalam pelantikan tersebut, Dr. Antonius Dieben Robinson Manurung secara resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum DPP Gerakan Pembumian Pancasila periode 2025–2030, bersama jajaran pengurus lainnya.
Pelantikan ini menjadi momentum strategis bagi Ketua Umum Dr. Antonius Dieben Robinson Manurung dan seluruh jajaran pengurus untuk memperkuat komitmen pembumian nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Gedung Joang 45 yang sarat nilai historis perjuangan bangsa menjadi simbol bahwa gerakan ini berpijak pada semangat persatuan dan cita-cita luhur para pendiri bangsa.
Dalam sambutannya, Mayjen TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh berhenti sebagai dokumen normatif atau sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari.
“Pembumian Pancasila adalah kerja kebangsaan yang berkelanjutan. Tantangan global, dinamika politik, serta perkembangan sosial harus dijawab dengan fondasi ideologi yang kokoh,” tegasnya.
Sementara itu, Romo Magnis-Suseno menegaskan bahwa Pancasila merupakan dasar moral kehidupan bersama yang harus dijaga secara konsisten.
“Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi dasar etika publik. Jika nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan dijalankan dengan sungguh-sungguh, maka demokrasi akan semakin matang dan bangsa ini tetap kokoh dalam keberagamannya,” ujarnya.
Ketua Umum DPP GPP, Dr. Antonius Dieben Robinson Manurung, menyampaikan bahwa kepemimpinannya akan diarahkan untuk menjadikan Gerakan Pembumian Pancasila sebagai gerakan moral dan intelektual yang aktif membangun kesadaran kebangsaan, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurut Dr. Antonius Dieben Robinson Manurung, Pancasila harus menjadi pondasi kepemimpinan organisasi sekaligus arah gerakan sosial dalam memperkuat literasi kebangsaan, pendidikan karakter, serta kolaborasi lintas elemen bangsa.
Pada periode kepengurusan di bawah kepemimpinan Dr. Antonius Dieben Robinson Manurung, jabatan Sekretaris Jenderal DPP GPP diemban oleh Dr. Gunawan Djaya Putra, S.S., S.H., M.H., menggantikan Dr. Bondan Kanumoyoso, M.Hum., yang merupakan Sekretaris Jenderal pertama GPP.
Menutup rangkaian acara, Anggota Dewan Pembina DPP GPP Ulil Abshar Abdalla menegaskan bahwa pembumian Pancasila bukan sekadar agenda organisasi, melainkan tanggung jawab moral seluruh anak bangsa dalam menjaga persatuan, keadilan, demokrasi, dan kemanusiaan.
Pelantikan dan pengukuhan yang berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan ini menandai dimulainya babak baru konsolidasi DPP Gerakan Pembumian Pancasila periode 2025–2030 di bawah kepemimpinan Dr. Antonius Dieben Robinson Manurung, dengan komitmen kuat menjadikan Pancasila sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara. (Agus)