Papua, Nusantara Bicara — Para pendulang emas tradisional kembali melakukan blokade (pemalangan) Jalan Ahmad Yani, Gorong-gorong Timika, Sabtu (28/2) malam.
Aksi tersebut kembali dipicu karena toko-toko emas yang tutup sehingga mereka tidak bisa menjual hasil dulangan mereka.
Mereka melakukan blokade jalan dengan menggunakan kayu dan melakukan pembakaran ban.
Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman mengatakan toko para pembeli emas tutup karena dana habis kemudian bank juga tutup.
“Para pengusaha toko emas kehabisan anggaran selain itu juga bank tutup, tadi kami berkoordinasi ada yang mencari pinjaman agar bisa membeli hasil pendulang itu,”katanya.
Menurit Kapolres pihaknya sudah menstandby kan personil untuk pengamanan dan melakukan pendekatan dan negosiasi kepada pimpinan perkumpulan pendulang.
“Kita mensiagakan anggota untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,”katanya.
Kapolres mengimbau kepada para pendulang agar terap tenang dan tidak anarkis.
“Kami imbau kepada pendulang tetap tenang jangan anatkus kami tau ini masalah urusan perut tapi, mohon waktu agar para pengusaha emas ini bisa cari modal untuk membeli bank tutup nanti hari Senin pengusaha bisa mengambil uang,”ujarnya. (Agus)