Peringatan HUT Ke-65 Kostrad, Prajurit Gunakan Seragam Baru Bercorak Daun Laurel Lambang Kehormatan dan Ketangguhan

Jabar, Nusantara Bicara — Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) menggelar peringatan HUT ke-65, Jumat (6/4). Upacara yang berlangsung di Markas Divisi Infanteri (Madivif) 1 Kostrad, Cilodong, Jawa Barat, ini dipimpin Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Panglima TNI didampingi Panglima Kostrad Letnan Jenderal TNI Mohammad Fadjar, MPICT, bersama Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, serta dihadiri Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Tonny Harjono, dan para sesepuh Kostrad dari masa ke masa.

Dengan mengusung tema Kostrad Prima Untuk Indonesia Maju, peringatan HUT ke-65 ini menegaskan komitmen Kostrad sebagai pasukan PRIMA, Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif, dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.

Kostrad siap menjadi kekuatan strategis TNI-AD yang selalu hadir menjaga kedaulatan dan mendukung terwujudnya Indonesia maju. “Kekuatan terbesar Kostrad bukan hanya terletak pada alutsista yang canggih, melainkan pada tekad serta kepercayaan yang diberikan rakyat,” tutur Agus.

Pada peringatan HUT ke-65 ini, prajurit Kostrad juga mengenakan PDL Kostrad terbaru dengan corak daun Laurel, yang melambangkan kehormatan, ketangguhan, kemenangan, dan prestasi. Hal tersebut menjadi simbol semangat baru dalam meningkatkan profesionalisme prajurit serta memperkuat sinergi dengan seluruh komponen bangsa demi mendukung pembangunan nasional.

Sejak berdiri pada 1961, Kostrad telah menjadi kekuatan pemukul strategis TNI-AD yang berperan penting dalam berbagai Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Dalam setiap tugas, Kostrad hadir menjaga keutuhan NKRI, stabilitas nasional, serta membantu masyarakat dalam situasi darurat dan bencana. Pada upacara tersebut, Brigjen TNI Ahmad Fikri Musmar yang menjabat Panglima Divisi Infanteri 1 Kostrad, bertindak sebagai komandan upacara.

Sementara itu, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun bertindak sebagai komandan defile. Brigjen TNI Wilson Napitupulu selaku Aspers Kaskostrad bertindak sebagai perwira upacara, dan pengucapan sapta marga dilakukan Kolonel Inf Rudianto Waaslog Kaskostrad.

Upacara ini diikuti 1.500 prajurit Kostrad yang tergabung dalam lima satuan setingkat batalyon (SSY). Suasana semakin semarak dengan demonstrasi ketangkasan prajurit Kostrad yang menampilkan disiplin, kekompakan, serta kesiapsiagaan tempur, di antaranya Rampak Bedug, Toya, Double Stick, Pencak Silat Militer, pematahan besi dragon dan bata hebel, hingga defile pasukan.

Adapula pemotongan tumpeng oleh Panglima TNI, yang diserahkan kepada prajurit yang mengalami luka tembak saat melaksanakan tugas operasi di daerah penugasan, yaitu Pratu Mohammad Khoirun Nazil dari Yonif 502/Ujwala Yudha dan Pratu Megan Saputra dari Yonif 431/SSP, yang tergabung dalam Satgas Rajawali 2 di Papua.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, dalam kesempatan tersebut juga diberikan santunan kepada 400 anak yatim, yang kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama, menambah suasana kebersamaan dan rasa syukur di tengah keluarga besar Kostrad. (Agus)

Tinggalkan Balasan