JAKARTA, Nusantara Bicara – Presiden RI Prabowo Subianto disebut menerima dan mendengarkan setiap masukan serta kritik dalam pertemuan bersama para mantan presiden, wakil presiden (wapres), dan pimpinan partai politik di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2026) malam.
Pertemuan tersebut dihadiri Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, serta Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla. Selain itu, turut hadir mantan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan sejumlah mantan menteri luar negeri.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan, para tokoh bangsa tersebut memberikan beragam pandangannya kepada Presiden.
“Dari Presiden Jokowi, Presiden SBY, mantan Wakil Presiden JK, mantan Wakil Presiden Ma’ruf Amin sama beberapa mantan menteri luar negeri juga menyampaikan pandangan,” kata Muzani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Holopis.com, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, setiap pemikiran yang disampaikan diterima dengan terbuka oleh Presiden Prabowo, termasuk pandangan yang bersifat kritis dan tajam.
“Pandangan-pandangannya ada yang kritis, tajam, ada yang saran, ada yang pandangan-pandangan lebih merupakan pemikiran-pemikiran dan semua pandangan itu diterima oleh presiden dengan baik,” ujarnya.
Bahkan, lanjut Muzani, masukan dan kritik tersebut dijadikan sebagai referensi dalam proses pengambilan keputusan di tingkat kepala negara.
“Presiden menerima pandangan itu dengan senang hati dan sebagai sebuah masukan yang oleh beliau dijadikan sebagai referensi dalam mengambil keputusan,” kata dia.
Dalam forum tersebut, Presiden juga memaparkan perkembangan situasi global yang tengah dihadapi dunia, termasuk dinamika konflik Timur Tengah. Di tengah kondisi tersebut, Prabowo menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kekompakan bangsa.
“Karena situasi global seperti sekarang ini memudahkan masyarakat berpikir menurut cara pandang masing-masing, dan itu berpotensi untuk merusak keharmonisan kita, keakraban kita, dan kekompakan kita dalam berbangsa dan bernegara,” ungkap Muzani.
Ia menambahkan, pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.
“Pertemuan tadi malam saya kira menggambarkan pertemuan yang berjalan sangat akrab, sangat kekeluargaan, sesekali diguyon, sesekali ada guyon-guyon dan suasananya bagus sekali,” ungkapnya.
Muzani menegaskan, Presiden secara konsisten menempatkan kepentingan bangsa dan negara sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan.
“Karena itu Presiden selalu mengatakan bahwa apa yang dilakukannya adalah demi untuk bangsa dan negara, demi menjaga persatuan, demi menjaga keutuhan, demi NKRI, dan demi keutuhan Republik Indonesia,” tuturnya.(Agus)