Jakarta, Nusantara Bicara — Ratusan prajurit TNI AD yang gugur dan cacat menerima santunan rumah non-dinas yang diserahkan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Dilansir dari keterangan Penpuspenerbad, Kamis (5/3), kegiatan berlangsung di Markas Besar Angkatan Darat dan juga diikuti langsung jajaran satuan TNI AD lewat daring.
KSAD Maruli pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa santunan rumah non-dinas tersebut adalah tahap II penyerahan dan merupakan wujud perhatian dan tanggung jawab pimpinan TNI AD terhadap prajurit dan keluarga yang telah memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara.
Maruli menyampaikan bahwa pengabdian dan pengorbanan prajurit merupakan kehormatan yang tidak ternilai. Oleh karena itu, TNI AD berkomitmen untuk terus hadir memberikan dukungan moril maupun materiel kepada keluarga yang ditinggalkan maupun kepada prajurit yang mengalami dampak langsung dari tugas negara.
“Pemberian santunan rumah non-dinas ini diharapkan dapat membantu meringankan beban serta memberikan kepastian dan kenyamanan tempat tinggal bagi keluarga prajurit maupun prajurit yang bersangkutan,” ujar Maruli.
Di Puspenerbad total ada 18 prajurit yang menerima santunan terdiri dari 13 prajurit yang gugur dan 5 prajurit yang alami cacat.
Sementara itu, di Kodam II/Sriwijaya total ada 106 unit rumah non-dinas disalurkan kepada para penerima manfaat di seluruh Indonesia. Rincian penerima terdiri dari 57 ahli waris prajurit yang gugur dalam pengabdian, serta 49 prajurit penyandang cacat, termasuk di antaranya satu orang purnawirawan.
Kemudian di Kodam XVII/Cenderawasih ada tiga warakawuri yang menerima santunan yakni Ibu Waode Murniati (istri almarhum Serka La Ongge), Ibu Sulistyowati Murtiningsih (istri almarhum Serda Rahman Hakim), dan Ibu Dewi Nurhayati (istri almarhum Kopda Nasruddin). (Agus)