Satu Tahun AMAN Pimpin Kota Pekanbaru: Dari Janji Kampanye ke Aksi Nyata

Pekanbaru, Nusantara Bicara — Skeptisisme publik terhadap janji-janji kampanye perlahan mulai mencair di Kota Bertuah (Pekanbaru). Tepat satu tahun sejak dilantik pada 20 Februari 2025 oleh Prabowo Subianto, duet Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar—yang dikenal dengan akronim AMAN—mengklaim telah menghadirkan perubahan nyata.

“Kami tidak punya banyak waktu untuk berbulan madu. Rakyat Pekanbaru butuh bukti, bukan narasi,” ujar Agung saat merefleksikan satu tahun kepemimpinannya.

Berikut lima transformasi besar dalam 365 hari terakhir:


1️⃣ Perbaikan Infrastruktur Jalan: Dari Tambal Sulam ke Overlay Total

Masalah jalan rusak yang bertahun-tahun menjadi keluhan warga kini ditangani lebih sistematis. Pemerintah Kota melakukan overlay (pengaspalan ulang total) di 29 ruas jalan strategis.

Ruas seperti Jalan Bangau Sakti dan Jalan Srikandi, yang sebelumnya dijuluki “kubangan tengah kota”, kini telah mulus dan memperlancar mobilitas warga serta distribusi barang.

Dampak langsung:

  • Waktu tempuh lebih efisien
  • Risiko kecelakaan menurun
  • Biaya perawatan kendaraan warga lebih rendah

2️⃣ Penataan Parkir & Parkir Gratis di Ritel Modern

Kebijakan yang paling cepat terasa adalah pembebasan biaya parkir di gerai ritel modern seperti:

  • Indomaret
  • Alfamart

Langkah ini meringankan pengeluaran harian masyarakat sekaligus menjadi pintu masuk digitalisasi sistem parkir di titik lain guna mencegah kebocoran PAD.


3️⃣ Penguatan Pendidikan: Bus Gratis & Beasiswa Rp15 Miliar

Di sektor pendidikan, akses menjadi prioritas. Pemerintah meluncurkan tarif gratis Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) bagi pelajar berseragam.

Selain itu, alokasi beasiswa Rp15 miliar untuk jenjang S1 hingga program “1.000 Doktor” menjadi sinyal investasi jangka panjang pada SDM lokal.

Efek kebijakan:

  • Mengurangi beban transportasi keluarga
  • Meningkatkan partisipasi pendidikan tinggi
  • Mendorong lahirnya SDM unggul asal Pekanbaru

4️⃣ Transformasi Ekonomi: PAD & Investasi Naik Tajam

Tahun 2025 mencatat sejarah baru dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menembus Rp950 miliar.

Selain itu, investasi masuk mencapai Rp8,6 triliun, mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap stabilitas dan kemudahan perizinan di Pekanbaru.

Kesehatan fiskal ini menjadi fondasi pembiayaan program sosial dan infrastruktur lanjutan.


5️⃣ Penguatan Identitas: Gerakan “Pekanbaru Kota Hafiz”

Program religius “Pekanbaru Kota Hafiz” menargetkan pencetakan 10.000 penghafal Al-Qur’an melalui penguatan Masjid Paripurna di 83 kelurahan.

Program ini diproyeksikan sebagai penyeimbang pembangunan fisik dengan nilai-nilai spiritualitas yang menjadi ciri khas kota.


Ujian Tahun Kedua: Konsistensi dan Tantangan Infrastruktur

Akademisi Universitas Riau, Saiman Pakpahan, menyebut fase ini sebagai “akselerasi kepercayaan”. Menurutnya, keberhasilan menuntaskan isu sensitif seperti jalan dan parkir menjadi modal politik yang sangat besar.

Namun tantangan berikutnya tidak ringan:

  • Penanganan sampah secara berkelanjutan
  • Pengendalian banjir dengan infrastruktur lebih masif
  • Menjaga ritme kerja “Gas Poll” agar tidak melambat

Satu tahun pertama AMAN menunjukkan pergeseran dari retorika ke implementasi. Publik kini menanti apakah lima perubahan besar ini akan menjadi fondasi permanen hingga akhir masa jabatan, atau sekadar akselerasi awal yang sulit dipertahankan.

Waktu akan menjadi penentu—apakah Pekanbaru benar-benar menjelma sebagai kota yang semakin “Bertuah,” ujarnya.

H. Ian Tanjung, S.Sos, SH, MH. Ketua Umum Barisan AMAN kota Pekanbaru

Sementara itu, H. Ian Tanjung, S.Sos, SH, MH. Ketua Umum Barisan AMAN kota Pekanbaru memberikan apresiasi pada kinerja walikota Pekanbaru sekaligus motivasi kepada Barisan AMAN kota Pekanbaru agar terus mendukung program pembangunan dari pemerintah kota Pekanbaru serta menjaga hubungan silahturahmi antar sesama anggota Barisan AMAN dan juga kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya rasa saling menghormati, saling peduli, dan memperkuat ikatan silaturahmi demi terciptanya kehidupan bermasyarakat yang rukun dan damai.

H. Ian Tanjung juga menyampaikan bahwa keharmonisan merupakan kunci utama terciptanya ketentraman dan pembangunan wilayah. Dengan hubungan yang baik antar warga, setiap permasalahan yang muncul dapat diselesaikan secara musyawarah dan tidak berkembang menjadi konflik yang merugikan semua pihak, yang pada akhirnya ketentraman itu membuat program pemerintah dapat berjalan dengan baik, dan harapan kita untuk suasana kehidupan kota yang kita damba-dambakan ke depannya dapat terlaksana dan terwujud dengan baik, paparnya.(ps)

Tinggalkan Balasan