Tarif Dagang Berhasil ,Prabowo dan Trump Teken MoU

Jakarta, Nusantara Bicara — Kementerian Pertanian menyatakan diplomasi ekonomi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto membuahkan pembebasan tarif 0 persen bagi 53 kelompok komoditas pertanian Indonesia di pasar Amerika Serikat (AS).

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan dagang resiprokal Indonesia–AS dalam kerangka Agreements on Reciprocal Trade (ART) yang ditandatangani Presiden Prabowo bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan capaian tersebut merupakan hasil negosiasi strategis yang berpihak pada kepentingan nasional, khususnya petani.

“Pembebasan tarif pada puluhan komoditas pertanian ini benar-benar hasil negosiasi yang berpihak pada petani kita. Produk pertanian kita kini bisa masuk pasar global dengan akses yang lebih adil dan kompetitif,” ujar Amran di Jakarta, Sabtu.(20/1)

Melalui kesepakatan tersebut, sebanyak 173 pos tarif (HS Code) yang mencakup 53 kelompok komoditas pertanian dan turunannya resmi dibebaskan dari bea masuk di pasar AS.

Langkah ini dinilai strategis karena pasar Amerika Serikat memiliki nilai ekonomi yang sangat besar. Dengan tarif nol persen, daya saing harga produk Indonesia meningkat signifikan.

“Dengan tarif nol persen, produk kita punya ruang bersaing yang lebih besar. Ini peluang untuk meningkatkan ekspor dan membuka pasar lebih luas bagi petani dan pelaku usaha,” kata Amran.

Komoditas pertanian yang memperoleh fasilitas tarif 0 persen meliputi:

Buah tropis: pisang, nanas, mangga, durian, pepaya
Kopi (enam pos tarif)
Teh hijau dan teh hitam
Rempah-rempah: lada, pala, cengkeh, kayu manis, kapulaga, jahe, kunyit
Kakao dan turunannya
Minyak sawit dan palm kernel oil
Produk olahan buah
Tepung dan pati berbasis singkong serta sagu
Pupuk mineral berbasis kalium
Selain sektor pertanian, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan total terdapat 1.819 pos tarif produk Indonesia—baik pertanian maupun industri—yang dibebaskan dari bea masuk ke AS.

“Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia, baik pertanian maupun industri, seperti minyak sawit, kopi, kakao, rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, hingga komponen pesawat terbang yang tarifnya menjadi 0 persen,” ujar Airlangga.

Kesepakatan bertajuk Toward a New Golden Age for the US–Indonesia Alliance tersebut juga diperkuat dengan penandatanganan sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) dalam ajang Business Summit di US Chamber of Commerce.

Pemerintah optimistis kebijakan pembebasan tarif ini akan mendorong peningkatan ekspor komoditas unggulan nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan perdagangan internasional.

Menteri Pertanian menegaskan pihaknya akan memastikan peningkatan kualitas, pemenuhan standar ekspor, serta kesinambungan pasokan agar peluang besar ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani.(Agus)

Tinggalkan Balasan