Nusantara Bicara, Jakarta — Taruna Tingkat III Akademi Angkatan Udara (AAU) menjalani Latihan Cakra Wahana Paksa (CWP) untuk mengasah kemampuan teknis dan taktis, khususnya di bidang navigasi udara.
Latihan CWP ini menjadi salah satu tolak ukur penting dalam evaluasi kompetensi taruna sebelum mereka melanjutkan ke tahap pendidikan dan penugasan berikutnya sebagai calon Perwira TNI Angkatan Udara.
Penerangan AAU melalui unggahan Instagram @aauacid, Senin (30/3), menjelaskan sejumlah materi yang dipelajari dan dipraktikkan pada latihan kali ini mencakup Plotting Peta dan Flight Log, Indicator Air Speed (IAS), True Air Speed (TAS), Ground Speed, serta Ground Mapping.
Pada penyelenggaraan hari pertama, Sabtu (28/3), para Taruna menjalani misi penerbangan dengan rute Lanud Adisutjipto, Yogyakarta; Lanud Anang Busra, Tarakan; dan berakhir di Lanud Sam Ratulangi, Manado.
TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan dua unit pesawat Hercules dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta dan Skadron Udara 33 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar untuk mendukung mobilitas para taruna.
Selama berada di Lanud Anang Busra, para Taruna memperoleh penjelasan terkait tugas dan fungsi pangkalan, mencakup dukungan operasi udara, pengamanan wilayah udara nasional, hingga kontribusi terhadap penerbangan sipil di Tarakan. Selain itu, mereka meninjau fasilitas pangkalan serta sarana pendukung operasional yang digunakan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Gubernur AAU Marsda TNI Donald Kasenda yang turut serta mendampingi para taruna berpesan agar mereka dapat memanfaatkan tahapan latihan dengan optimal sebagai bekal untuk menjadi seorang perwira. “Pengalaman di lapangan penting dalam membentuk karakter prajurit yang adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis,” pungkas Donald. (Agus)