TNI AL Siapkan Taktik Lawan Swarm Drone hingga Senjata Laser

Nusantara Bicara, Jakarta — Medan tempur laut kini tak lagi sama. Menyadari ancaman serangan pesawat nirawak berkerumun (swarm drone) hingga senjata laser yang kian nyata, jajaran perwira Komando Armada (Koarmada) II langsung tancap gas membedah strategi pertahanan masa depan di Surabaya, Kamis (2/4).

Langkah ini diambil menyusul tren penggunaan drone kamikaze atau pesawat nirawak bunuh diri yang terbukti ampuh melumpuhkan lawan dalam berbagai konflik global terbaru. TNI AL pun tak ingin ketinggalan langkah dalam mengantisipasi dominasi teknologi ini di wilayah laut nusantara.

Asisten Operasi (Asops) Panglima Koarmada II Kolonel Laut (P) I Gede Putu Iwan, menegaskan pemutakhiran taktik adalah harga mati. Menurutnya, prajurit harus mampu mengidentifikasi kesenjangan teknologi untuk membangun pertahanan laut yang tak tertembus.

“Tujuannya adalah untuk membangun kewaspadaan terhadap perubahan global dan tren taktik peperangan masa kini, serta menyelaraskan strategi pertahanan laut guna memastikan kedaulatan di laut tetap terjaga,” ujar I Gede Putu Iwan, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Jumat (3/4).

Ia memaparkan, perpaduan antara pesawat nirawak, peluru kendali (rudal) hingga senjata laser telah menjadi karakteristik utama perang modern. Hal ini menuntut adanya sistem pertahanan terintegrasi antarmatra atau kesatuan yang lebih solid.

Dalam forum tersebut, Letkol Laut (P) Marthen Roy Tamus dan Mayor Laut (E) Dhaesa Pramana selaku narasumber membedah cara mengoptimalkan unit pesawat nirawak milik TNI AL. Tak hanya cara menyerang, strategi pertahanan anti-pesawat nirawak (anti-drone) juga menjadi fokus utama yang disesuaikan dengan sumber daya yang dimiliki Koarmada II. (Agus)

Tinggalkan Balasan