Jakarta, Nusantara Bicara — Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) XIII menggelar latihan tempur bahaya udara yang dibuka Komandan Kodaeral XIII Laksma Sumarji Bimoaji di markas Kodaeral XIII, Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa (3/3). Latihan diikuti seluruh prajurit serta aparatur sipil negara (ASN) di jajaran Kodaeral XIII.
Dalam amanatnya, Bimoaji menekankan pentingnya penerapan siaga 1 serta kesiapsiagaan penuh dalam menghadapi setiap potensi ancaman udara.
Setelah apel, para prajurit dan ASN diberikan pengarahan teknis terkait pelaksanaan peran-peran selama status siaga 1, termasuk mekanisme penempatan pos tempur dan prosedur tindakan cepat sesuai standar operasi yang berlaku.
Selanjutnya, markas Kodaeral XIII melaksanakan peran tempur bahaya udara yang dilanjutkan dengan pelaksanaan peran serupa oleh unsur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) jajaran Kodaeral XIII.
“Seluruh rangkaian latihan dilaksanakan secara terkoordinasi dan terintegrasi, guna menguji sistem peringatan dini, rantai komando, serta kecepatan dan ketepatan respons prajurit dalam menghadapi simulasi ancaman udara,” tulis siaran pers Dinas Penerangan Kodaeral XIII, dikutip Kamis (5/3).
Pada hari kedua latihan, Rabu (4/3), Dankodaeral XIII meninjau secara langsung jalannya latihan guna memastikan setiap tahapan kegiatan terlaksana sesuai prosedur.
Bimoaji melihat kesiapan dan respons prajurit dalam menghadapi simulasi ancaman udara.
Melalui pelaksanaan latihan yang berkelanjutan ini, diharapkan seluruh prajurit Kodaeral XIII semakin meningkatkan kemampuan, koordinasi, serta profesionalisme dalam mendukung kesiapan operasional satuan. (Agus)