Kowani Goes To Unesco

Spread the love

Jakarta, NusantaraBicara.com — KOWANI berharap dukungan terhadap pengusulan Tempe Indonesia menuju UNESCO memperkuat pengakuan dunia terhadap warisan budaya Indonesia. Langkah tersebut juga diharapkan meningkatkan ketahanan pangan, kesejahteraan masyarakat, dan kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa

Sajian hidangan tempe di atas meja makan kini bukan sekadar simbol makanan rakyat sehari-hari, melainkan melesat menjadi lambang kebanggaan budaya bangsa yang siap menghentakkan panggung dunia.

Langkah nyata baru saja diayunkan melalui sebuah gerakan nasional terpadu yang memadukan penguatan ketahanan pangan, penambahan nilai guna (hilirisasi) pangan lokal, hingga pengusulan resmi tempe sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO).

Inisiatif besar ini diluncurkan secara resmi oleh Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dalam wadah empat gerakan strategis nasional menuju usia satu abad organisasi tersebut pada tahun 2028.

Fondasi ini dirancang untuk memperluas kontribusi nyata seluruh elemen masyarakat dalam peradaban dan pembangunan nasional.

Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Nannie Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa gerakan ini dirancang secara sistemis agar memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat luas.

“Hari ini Kowani meluncurkan empat gerakan strategis nasional yang saling terintegrasi sebagai fondasi memasuki abad kedua perjuangan dan peradaban perempuan Indonesia. Kami tidak ingin berhenti pada seremoni. Kami ingin membangun sistem, membangun model, dan membangun bukti keberhasilan

Nannie mengatakan dukungan tersebut sejalan dengan misi KOWANI memperkuat ketahanan pangan melalui pemberdayaan perempuan. Menurutnya, gerakan itu juga mendorong diversifikasi pangan lokal, hilirisasi, penguatan koperasi, dan pengembangan UMKM pangan.

Sebagai tindak lanjut, KOWANI akan memperkuat edukasi, kampanye pangan lokal, serta pengembangan kewirausahaan berbasis pemberdayaan perempuan. Organisasi tersebut juga memperluas kolaborasi lintas sektor melalui berbagai program strategis yang terintegrasi.

Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menegaskan komitmennya mendukung pengusulan Tempe Indonesia menuju UNESCO sebagai warisan pengetahuan dan budaya bangsa. Dukungan tersebut juga diarahkan memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan perempuan dan pengembangan pangan lokal.

Ketua Umum KOWANI Nannie Hadi Tjahjanto mengatakan organisasi tersebut siap membersamai Panitia Pengusung Tempe Indonesia menuju UNESCO. Menurutnya, tempe merupakan pengetahuan, budaya, inovasi, dan kearifan bangsa yang layak diperkenalkan kepada dunia.

“KOWANI siap membersamai Panitia Pengusung Tempe Indonesia menuju UNESCO melalui peran, kapasitas, jejaring, dan semangat kolaborasi yang kita miliki. Kami meyakini bahwa tempe bukan sekadar pangan tradisional, tetapi pengetahuan, budaya, inovasi, dan kearifan bangsa Indonesia,” katanya dalam keterangan Minggu (9/8)

Nannie mengatakan dukungan tersebut sejalan dengan misi KOWANI memperkuat ketahanan pangan melalui pemberdayaan perempuan. Menurutnya, gerakan itu juga mendorong diversifikasi pangan lokal, hilirisasi, penguatan koperasi, dan pengembangan UMKM pangan.

KOWANI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber yang berkontribusi dalam Seminar Nasional Penguatan Ketahanan Pangan Nasional.

Menurut Nannie, kehadiran para narasumber mencerminkan semangat kolaborasi lintas sektor mendukung pemberdayaan perempuan dan ketahanan pangan.

“Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh narasumber yang telah berbagi ilmu, pengalaman, gagasan, dan rekomendasi strategis. Kehadiran Bapak dan Ibu menjadi kehormatan sekaligus energi besar bagi KOWANI dalam membangun gerakan nasional yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Apresiasi tersebut diberikan kepada Ketua Umum BPP PHRI Haryadi B. Sukamdani, dan Ketua Umum Forum Tempe Indonesia Hardinsyah. Kemudian, Ketua Umum PB STII Fathurrahman Mahfudz, Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan Widiastuti, serta Ketua I KOWANI Atiek Sarjana.

Menjelang peringatan 100 Tahun KOWANI, organisasi tersebut memperkuat kaderisasi kepemimpinan perempuan menuju Indonesia Emas 2045. KOWANI juga menjalankan Gerakan 1.000 Profesi, 1.000 Sertifikasi, dan 1.000 Solusi untuk meningkatkan kompetensi perempuan. (Pewarta/Agus).