JAKARTA, NUSANTARA BICARA – Petinju nasional Carlos Obisuru mencatat kemenangan penting dalam Kejuaraan Tinju Profesional “Sabuk Emas Kapolri 2026” setelah menaklukkan Rudy Key melalui kemenangan mutlak (Unanimous Decision) dalam pertarungan kelas menengah 72,5 kilogram.
Pertarungan sengit tersebut menjadi partai pembuka gelaran bertajuk “FTPI Ultimate Clash” yang digelar Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) di Auditorium Studio Bung Karno, LPP TVRI, Senayan, Jakarta, Jumat (11/9/2026) malam.
Kejuaraan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu disiarkan langsung oleh TVRI Pusat.
Carlos yang sebelum pertandingan berada di peringkat kedua nasional menghadapi Rudy Key yang menempati peringkat pertama nasional. Duel berlangsung selama empat ronde dengan tempo pertarungan yang cukup tinggi.
Carlos yang menggunakan gaya bertinju Orthodox Boxer tampil lebih terukur dan mampu menjaga jarak serta mengatur ritme pertandingan. Sementara Rudy dengan gaya Fighter Slugger tampil agresif dengan tekanan yang terus diberikan sepanjang laga.
Setelah empat ronde berakhir, dewan juri memberikan kemenangan mutlak kepada Carlos dengan skor 40-37, 40-36, dan 40-36.
Kemenangan tersebut sekaligus menambah catatan Carlos menjadi 8-7-1-1-1 dari 18 pertandingan.
“Permainan cukup memuaskan karena bisa lewat empat ronde. Ke depannya saya akan target tampil lebih baik lagi,” ujar Carlos usai pertandingan.
FTPI Dorong Tinju Profesional Jadi Agenda Rutin
Ketua Umum FTPI, Neneng A. Tuty, S.H., mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Sabuk Emas Kapolri 2026, termasuk dukungan masyarakat yang menyaksikan pertandingan tersebut.
Menurutnya, FTPI berkomitmen menjadikan ajang serupa sebagai agenda rutin untuk mendorong kemajuan tinju profesional di Indonesia.
“Ini akan menjadi agenda rutin dan komitmen kami untuk memajukan tinju profesional Indonesia. Semoga ke depannya dapat berlanjut terus sehingga memperluas generasi anak-anak muda agar aktif kembali di dunia tinju ini,” ujarnya.
Neneng juga menyampaikan apresiasi kepada Direktur Utama TVRI dan Kapolri atas dukungan terhadap penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
Sementara itu, Co-Promotor Yance Rahayaan, S.Sos., menjelaskan bahwa istilah Ultimate Clash memiliki filosofi sebagai puncak perjuangan para petinju. Menurutnya, ajang tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu tahapan bagi petinju Indonesia untuk meningkatkan level kompetisi, dari pertarungan eliminasi nasional menuju panggung dunia.
“Ultimate Clash merupakan filosofi puncak perjuangan yang tujuannya untuk memotivasi petinju naik dari eliminasi nasional ke level dunia,” jelas Yance.
Tekankan Sportivitas dan Integritas
Ketua Panitia, Cosmas E. Refra, S.H., M.H., menekankan pentingnya keberanian sekaligus sportivitas dalam setiap pertandingan.
“Bertandinglah berani, tapi hormati lawan, karena juara sejati adalah yang disiplin dan berintegritas,” tegasnya.
Senada, Sekretaris Panitia David Nainggolan mengaku bangga melihat antusiasme penonton sepanjang pertandingan hingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan baik.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan event tersebut, khususnya Yance dan Arif atas kerja sama yang terjalin.
David berharap gelaran Sabuk Emas Kapolri dapat menjadi momentum penting dalam pembinaan dan regenerasi atlet tinju profesional Indonesia.
“Terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang baik. Ke depannya kita dapat kembali berkolaborasi dan berharap event ini dapat menjadi momentum pembinaan generasi muda,” ujarnya.
Dengan dukungan pengamanan yang ketat, seluruh rangkaian Kejuaraan Tinju Profesional Sabuk Emas Kapolri 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Kemenangan Carlos atas petinju peringkat pertama nasional pun menjadi salah satu sorotan utama dalam gelaran FTPI Ultimate Clash, sekaligus membuka harapan lahirnya persaingan baru di jajaran elite tinju profesional Indonesia. (Ardendi)