Nusantara Bicara, JAKARTA — Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (DJITM) Kementerian Perhubungan, Mohamad Risal Wasal, menegaskan pentingnya penataan feeder logistik yang terintegrasi dari pelabuhan, bandara, hingga terminal untuk mendukung keberlanjutan dan pemerataan akses logistik nasional.
Hal itu disampaikannya dalam seminar terkait optimalisasi angkutan logistik nasional di JI Expo, Kemayoran, Jakarta (10/4/2026). Menurutnya, penguatan sistem intermoda akan terus dilakukan dengan mengacu pada data, tanpa membedakan wilayah, meski saat ini distribusi masih didominasi oleh pelabuhan.

“Kita menata feeder logistik dari pelabuhan, bandara, dan terminal karena berkaitan erat dengan keberlanjutan dan akses. Pengembangan intermoda terus kita lakukan sembari menyiapkan sistem ke depan,” ujarnya.
Risal juga menekankan pentingnya peningkatan daya saing logistik melalui penyesuaian regulasi, termasuk dalam rantai pasok dan angkutan barang skala kecil.

Ia memastikan bahwa seluruh pelaku di sektor logistik, termasuk agro-logistik dan distribusi barang, wajib memiliki sertifikasi kompetensi.
“Kita harus memastikan siapa pun yang bergerak di sektor logistik memiliki sertifikasi dan kompetensi. Ini penting agar kita bisa sejajar secara global dan tidak bisa diabaikan,” tegasnya.
Pemerintah, lanjutnya, akan terus hadir dalam mendorong pengusaha lokal di bidang logistik nasional untuk optimis dalam menghadapi berbagai tantangan dan hambatan dengan .membuat sistem dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang logistik guna memperkuat daya saing nasional, karena potensi dan peluang usaha keuntungan di bidang angkutan logistik ini cukup besar, jangan sampai peluang ini diambil oleh pengusaha luar negeri, tutur Risal. (ps)