Forum Komunikasi Nasional – 08 (FKN-08) Konsolidasikan Relawan, Perkuat Sinergi Kawal Program Astacita Presiden Prabowo

Jakarta, Nusantarabicaracom -– Forum Komunikasi Nasional (FORNAS)-08 menggelar Konsolidasi II Rakyat bertajuk “Silaturahmi dan Musyawarah Organisasi Relawan Pendukung Program Astacita Presiden Prabowo” di Hotel Alia, Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang memperkuat sinergi antarorganisasi relawan dalam mendukung pelaksanaan Program Astacita Presiden Prabowo Subianto.
Dalam forum tersebut, narasumber Nehemia Lawalata memaparkan pandangannya mengenai perjalanan panjang perjuangan politik yang menurutnya telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade hingga mengantarkan Prabowo Subianto menjadi Presiden Republik Indonesia.


Menurut Nehemia, gagasan besar tersebut berawal dari almarhum Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo yang disebutnya memiliki visi mengenai arah pembangunan politik dan ekonomi Indonesia. Ia mengaku mendapat amanah untuk turut mengembangkan berbagai konsep yang berkaitan dengan politik dan ekonomi sesuai cita-cita tersebut.


Nehemia juga menceritakan keterlibatannya sejak awal 1990-an dalam membangun jaringan politik bersama berbagai organisasi kepemudaan dan alumni Kelompok Cipayung di sejumlah daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi perjuangan menuju kepemimpinan nasional.


Ia mengatakan, komunikasi dengan Prabowo sempat terputus setelah dinamika politik pascareformasi 1998, namun kembali terjalin ketika Prabowo kembali ke Indonesia dari Yordania. Dalam sejumlah pertemuan, kata Nehemia, dirinya bersama beberapa tokoh mendorong pembentukan partai politik sebagai kendaraan perjuangan meski saat itu menghadapi berbagai tantangan.


Dalam paparannya, Nehemia juga menyampaikan penilaiannya mengenai kondisi Indonesia pada periode 2014 hingga 2019 yang menurutnya menghadapi berbagai persoalan di bidang politik, ekonomi, persatuan nasional, dan kebudayaan. Ia berpendapat konsep ekonomi-politik yang diwariskan Prof. Sumitro masih relevan sebagai salah satu solusi untuk memperkuat kedaulatan bangsa.


Menurutnya, konsep tersebut mengakomodasi mekanisme ekonomi pasar namun tetap berpihak kepada kepentingan rakyat serta menolak paham komunisme. Ia menilai keseimbangan hubungan antara negara, pasar, dan masyarakat perlu diwujudkan melalui kebijakan yang melindungi kepentingan nasional.


Nehemia juga mengapresiasi kebijakan Presiden Prabowo dalam mendorong penguatan Koperasi Merah Putih. Menurutnya, koperasi memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga hasil pertanian, perikanan, serta produk masyarakat lainnya.


“Konglomerasi tetap boleh berkembang, tetapi harus bertumpu pada kekuatan ekonomi rakyat. Negara, pasar, dan koperasi harus berjalan beriringan agar tercipta keadilan ekonomi,” ujarnya.


Ia juga mengajak seluruh organisasi relawan untuk terus bersatu mendukung kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan mengawal pelaksanaan Program Astacita.


Sementara itu, Jose Riza dalam sambutannya menegaskan bahwa Konsolidasi II FORNAS-08 tidak hanya menghasilkan kesepakatan bersama, tetapi juga pembagian tugas yang jelas bagi setiap organisasi relawan.


“Konsolidasi Forum Komunikasi Nasional-08 ini bukan hanya menghasilkan kesepakatan, tetapi juga melahirkan berbagai tugas yang jelas sehingga setiap organisasi relawan memiliki peran dan tanggung jawab dalam menjalankan agenda bersama,” katanya.


Jose menjelaskan, materi yang dibahas dalam forum menjadi pedoman bagi seluruh ketua umum organisasi relawan untuk memahami bidang-bidang kerja di FORNAS-08. Para pimpinan organisasi juga diberi kesempatan menjadi koordinator bidang di Sekretariat Nasional FORNAS-08 sesuai kapasitas dan kompetensinya.


Menurutnya, pembentukan struktur kerja yang kuat merupakan langkah strategis agar FORNAS-08 mampu bekerja secara efektif dan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program-program pemerintah.

Ia menambahkan, kekuatan FORNAS-08 terletak pada kemampuan seluruh elemen relawan untuk bekerja secara kolektif, saling mendukung, dan mengedepankan kepentingan masyarakat serta bangsa.


Menutup sambutannya, Jose Riza mengajak seluruh organisasi relawan menjadikan Konsolidasi II Rakyat FORNAS-08 sebagai momentum membangun gerakan relawan yang solid, profesional, bermartabat, dan berorientasi pada kepentingan nasional.


“Mari kita jadikan forum ini sebagai awal hadirnya organisasi relawan yang solid, profesional, bermartabat, serta selalu mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi. Dengan persatuan dan kerja sama yang kuat, kita optimistis dapat mengawal suksesnya Program Astacita demi Indonesia yang lebih maju,” pungkasnya.


Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Nasional (FKN)-08, Matsani, menegaskan bahwa konsolidasi tersebut merupakan langkah memperkuat persatuan para relawan pasca Prabowo Subianto dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia.

Menurutnya, seluruh inisiator sepakat untuk terus mengawal implementasi Program Astacita agar dapat diwujudkan secara nyata bagi masyarakat.


Matsani mengakui masih terdapat berbagai aspirasi dari kalangan relawan terkait perhatian terhadap organisasi pendukung. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat relawan untuk tetap memberikan dukungan kepada pemerintahan Presiden Prabowo.
“Kami para inisiator merumuskan bagaimana mengawal Astacita agar benar-benar menjadi kenyataan. Apa pun masukan yang ada, kami tetap berikhtiar maksimal dan terus menjaga kekompakan seluruh relawan,” ujarnya.


Ia mengajak seluruh elemen relawan meninggalkan perbedaan dan memperkuat sinergi sebagai bagian dari perjuangan bersama yang telah mengantarkan Prabowo Subianto menjadi Presiden. Menurutnya, kekompakan relawan menjadi modal penting dalam mendukung keberhasilan pemerintahan hingga akhir masa jabatan.


“Mari kita kompak mulai sekarang. Kita bersama-sama memperjuangkan Bapak Prabowo dan bersama-sama pula mengawal agar beliau dapat menjalankan pemerintahan dengan lancar, sukses, serta mewujudkan seluruh Program Astacita demi kemajuan Indonesia,” tutup Matsani.

Tinggalkan Balasan