Hebat Tahan Panas dan Presisi Inilah DSAR-15P, Bakal Senapan Serbu Baru Marinir

Nusantara Bicara, Jakarta — Korps Marinir tengah membidik senapan serbu modern untuk memperkuat jajaran alutsista prajuritnya. Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi memimpin langsung pengenalan serta uji coba penembakan senapan serbu DSAR-15P di Cilandak, Jakarta, Senin (27/4).

Senjata laras panjang kaliber 5,56×45 mm tersebut merupakan besutan Dasan Machineries asal Korea Selatan. Kehadiran peranti tempur ini dibawa oleh PT Dwi Jaya Perkasa untuk memperkenalkan teknologi persenjataan terkini bagi pasukan korps baret ungu.

DSAR-15P menonjolkan sistem short-stroke gas piston (mekanisme pendorong gas langkah pendek). Teknologi ini mengungguli sistem konvensional karena sisa gas pembakaran tidak langsung kembali ke bagian dalam senapan, sehingga senjata tetap bersih dan suhu laras terjaga.

“Senapan ini memiliki keandalan tinggi, terutama dalam hal ketahanan panas dan kemudahan perawatan. Materialnya menggunakan aluminium 7075 yang ringan namun sangat kokoh,” ujar Endi. menjelaskan keunggulan senjata tersebut, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Selasa (28/4).

Endi juga menekankan pentingnya aspek ergonomis bagi prajurit di lapangan. DSAR-15P mengusung fitur ambidextrous (desain dwihasta), yang artinya tuas pengoperasian senjata dapat diakses dengan mudah oleh penembak bertangan kanan maupun kidal.

Selain tangguh, senapan berbobot 3,3 kilogram ini memiliki tingkat modularitas (kemampuan bongkar pasang komponen) yang tinggi. Senjata ini dilengkapi rel picatinny (dudukan aksesori standar militer) pada bagian atas dan samping. Fitur tersebut memungkinkan prajurit memasang berbagai alat bantu seperti teropong bidik, laser inframerah, lampu taktis, hingga peredam suara secara praktis.

Jenderal bintang tiga itu mengapresiasi pengenalan teknologi ini sebagai langkah strategis bagi Korps Marinir.“Kami melihat ini sebagai referensi penting guna meningkatkan profesionalisme dan kesiapan tempur prajurit agar tetap adaptif menghadapi perkembangan teknologi militer dunia,” imbuhnya.

Kegiatan uji coba ini meliputi sesi paparan spesifikasi teknis dan praktik penembakan langsung pada jarak 100 meter. Seluruh jajaran pejabat utama Korps Marinir turut menyaksikan performa senapan yang digadang-gadang menjadi calon andalan baru dalam operasi khusus maupun reguler tersebut. (Agus)

!

Tinggalkan Balasan