Nusantara Bicara, Jakarta — Pasukan Korps Marinir tengah bersiap melakoni misi penting di perbatasan negara. Untuk mengasah taji, para prajurit baret ungu ini menggelar latihan tempur berkekuatan penuh di kawasan Teluk Ratai, Pesawaran, Lampung.
Aksi para prajurit petarung ini terbilang gahar. Mereka menggelar simulasi taktis berupa penyergapan dan penggeledahan kapal yang melintas di tengah laut.
Latihan intensif bertajuk satgas Marinir pengamanan pulau terluar XXX ini dipantau langsung oleh Asisten Operasi Panglima Korps Marinir (Asops Pangkormar) Brigjen (Mar) Arief Rahman H. Anggorojati.
Arief turun ke lapangan sepanjang Jumat hingga Sabtu (23/5) kemarin untuk mengecek langsung kesiapan pasukannya. Menurutnya, simulasi sergap kapal ini sengaja dibuat semirip mungkin dengan kondisi konflik asli.
“Materi latihan ini sudah kami sesuaikan dengan karakteristik wilayah operasi. Mulai dari bentuk ancamannya, kondisi medan, cuaca, sampai dukungan alutsistanya,” kata Arief, dikutip dari keterangan Dispen Kormar di Jakarta, Senin (25/5).
Arief menjelaskan, pengondisian wilayah latihan di Lampung ini dibuat identik dengan dua pulau terdepan Indonesia yang bakal dijaga pasukan Marinir, yakni Pulau Rondo dan Pulau Berhala. Tujuannya jelas, agar prajurit cepat beradaptasi.
“Kawasan latihan di Teluk Ratai ini sangat mendukung untuk menyiapkan tugas operasi. Kami pastikan sarana latihan dan pembinaan taktik pasukan di sini berjalan optimal,” tegasnya.
Tak cuma mematangkan strategi kepung kapal di laut, inspeksi mendadak ini juga menyasar Latihan satuan dasar Brigif 4 Marinir/BS. Di sektor ini, kemampuan tempur perorangan hingga kekompakan pasukan setingkat regu digembleng habis-habisan dalam hubungan peleton.
Di akhir peninjauan, Arief juga menyerahkan dukungan latihan khusus dari Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi untuk membakar semangat para pelatih dan personel di lapangan. Korps Marinir pun optimistis wilayah terdepan Nusantara bakal aman terjaga. (Agus)