Ketum PB PII : PII Wati Harus Jadi Garda Terdepan Mengawal Isu Pelajar Perempuan

Spread the love

Jakarta, Nusantarabicara.com -– Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) periode 2026–2028, Kevin Prayoga, menghadiri perayaan peringatan Hari Lahir (Harlah) PII Wati ke-62 tahun di Hotel, Gran Alia, Jakarta (7/8/2026). Ia menyampaikan selamat dan berharap momentum tersebut menjadi refleksi untuk memperkuat peran PII Wati sebagai organisasi yang konsisten mengawal isu-isu pelajar perempuan di Indonesia.


Menurut Kevin, PII Wati harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi pelajar putri untuk berkembang, sekaligus menjadi wadah pengkaderan calon pemimpin perempuan masa depan.


“Di usia ke-62 ini, PII Wati harus menjadi garda terdepan dalam mengawal isu-isu pelajar perempuan, mengadvokasi hak-hak mereka, serta memberikan ruang yang nyaman untuk tumbuh dan berkembang,” ujar Kevin usai menghadiri peringatan Harlah PII Wati ke-62.


Ia menyoroti masih tingginya kasus kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan yang harus dijawab melalui penguatan organisasi dan kaderisasi.
“PII Wati harus menjadi tempat berlatih, belajar, dan membentuk kepemimpinan perempuan. Perempuan tidak hanya berkembang di ruang kelas formal, tetapi juga melalui organisasi yang mengasah kepemimpinan, soft skill, intelektualitas, dan kepedulian sosial,” katanya.


Kevin juga menilai bonus demografi Indonesia harus dimanfaatkan dengan mempersiapkan generasi muda, khususnya perempuan, agar mampu mengambil peran strategis dalam pengambilan kebijakan di masa depan.


“Kita ingin perempuan yang dibina hari ini nantinya menjadi representasi dalam ruang-ruang pengambilan kebijakan, sehingga mampu menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada perempuan, baik dalam pendidikan, keamanan, kenyamanan, maupun kesejahteraan,” ujarnya.


Untuk mewujudkan hal tersebut, PB PII telah menjalankan sistem kaderisasi berjenjang melalui tiga tingkat pelatihan kepemimpinan, yaitu Leadership Basic Training, Leadership Intermediate Training, dan Advanced Leadership Training.


“Pada tahap lanjutan, kader dipersiapkan agar mampu terjun ke masyarakat, menjadi agen perubahan, memengaruhi lingkungan secara intelektual maupun gerakan sosial demi mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” jelasnya.


Menutup pernyataannya, Kevin berpesan kepada seluruh kader PII Wati di Indonesia agar tetap konsisten mengawal berbagai persoalan perempuan.


“Saya mengajak seluruh kader PII Wati se-Indonesia untuk terus fokus mengawal isu-isu perempuan dan memperjuangkan hak-hak perempuan melalui gerakan yang nyata dan berkelanjutan,” pungkasnya. (P)