JAKARTA, Nusantarabicara — Masjid Istiqlal memperkuat perannya sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat melalui peluncuran Inkubator Bisnis Istiqlal Global Fund (IGF), Jumat (21/8/2026).
Peluncuran yang berlangsung di Plaza Al-Fattah Masjid Istiqlal tersebut dirangkaikan dengan relaunching Zona Khas Istiqlal dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Kementerian UMKM, dan IGF.
Direktur Utama IGF, Ahsanul Haq, mengatakan program inkubator bisnis ditujukan untuk meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan daya saing UMKM melalui pendampingan manajemen, peningkatan kualitas produk, digitalisasi, sertifikasi halal, hingga akses pasar.
Jumlah UMKM yang mendapatkan pembinaan IGF juga terus meningkat. Dari sekitar 120 pelaku usaha pada awal program, kini telah berkembang menjadi sekitar 360 UMKM yang memperoleh pembinaan dan fasilitas sertifikasi secara gratis.
“Harapan kami, UMKM yang terlibat terus bertambah. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana kita memberikan layanan dan pembinaan yang sangat baik,” ujar Ahsanul.
Menurutnya, pembinaan tidak hanya berfokus pada kemampuan bisnis, tetapi juga perubahan pola pikir dan perilaku pelaku usaha, termasuk aspek kreativitas, kebersihan, kerapian, keamanan pangan, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan digital.
Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah KNEKS, Ir. Putu Rahwidhiyasa, MBA, menegaskan bahwa penguatan ekosistem halal harus berjalan bersama dengan penerapan standar keamanan dan kesehatan produk.
“Halal bukan satu-satunya aspek. Produk juga harus aman dan sehat,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif KNEKS Sholahudin Al Aiyub mengatakan program Inkubator Bisnis IGF sejalan dengan upaya mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat pemberdayaan umat.
“Kita ingin mengembalikan posisi masjid sebagai pusat pemberdayaan umat,” katanya.
Melalui kolaborasi KNEKS, Kementerian UMKM, Masjid Istiqlal, IGF, dunia usaha, dan pelaku UMKM, program tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem ekonomi berbasis masjid yang profesional, halal, aman, sehat, kreatif, dan berdaya saing.
Masjid Istiqlal juga diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi umat yang dapat direplikasi oleh masjid-masjid lain di berbagai daerah Indonesia. (PS)