Nusantara Bicara, Jakarta — Dermaga Jamrud, Tanjung Perak, baru saja melepas keberangkatan tamu istimewa dari Angkatan Laut Kerajaan Thailand. Kapal perang jenis fregat berpeluru kendali, HTMS Naresuan-421, merampungkan kunjungan persahabatannya di Kota Pahlawan dan bertolak menuju Singapura pada Senin (13/4).
Kapal perang gahar ini singgah di Surabaya sejak Minggu (12/4) untuk pengisian bahan bakar serta mempererat diplomasi pertahanan. Kedatangannya menjadi perhatian khusus karena HTMS Naresuan merupakan salah satu kapal tempur paling modern di Asia Tenggara yang baru saja menyelesaikan latihan multinasional Kakadu 2026 di Australia.
HTMS Naresuan-421 memiliki sejarah pembangunan yang unik dan menjadi simbol modernisasi kekuatan laut Thailand. Kapal ini mulai dibangun pada awal 1990-an di galangan kapal Cina dengan basis desain fregat Tipe 053. Meski bodi atau lambung kapal berasal dari Cina, Thailand memiliki sistem sensor dan radar canggih dari Amerika Serikat serta Eropa.
Kapal yang aktif beroperasi sejak 1994 ini telah melalui proses pemutakhiran besar-besaran agar tetap relevan menghadapi tantangan zaman. Keunggulan utamanya terletak pada integrasi sistem manajemen pertempuran asal Swedia, Saab 9LV, yang memungkinkan kru mengoordinasikan senjata dan sensor secara presisi dalam situasi perang.
Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) V Laksda Ali Triswanto, menjelaskan kunjungan kapal yang membawa 250 personel ini merupakan bentuk penguatan kerja sama militer antara TNI AL dan Thailand. Keberhasilan penyambutan hingga pelepasan kapal ini menunjukkan profesionalisme prajurit TNI AL dalam mendukung diplomasi maritim.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan persahabatan untuk meningkatkan profesionalisme serta kerja sama militer antarnegara di wilayah perairan strategis,” tegas Ali, dikutip dari keterangan Dispen Kodaeral V, Selasa (14/4)
Sebagai fregat multiperan, HTMS Naresuan-421 mengusung persenjataan mematikan untuk menghadapi ancaman di permukaan, udara, maupun bawah laut. Di bagian haluan, terpasang meriam utama Mk 45 Mod 2 kaliber 127 mm yang mampu memberikan bantuan tembakan ke darat maupun menghancurkan kapal lawan dari jarak jauh.
Untuk pertempuran udara, kapal ini mengandalkan sistem peluncur vertikal Mk 41 yang berisi rudal Evolved Sea Sparrow (ESSM). Sementara untuk menghajar kapal permukaan, fregat ini membawa rudal legendaris Harpoon. Kekuatannya makin lengkap dengan torpedo Mark 32 untuk memburu kapal selam musuh.
Dukungan radar Sea Giraffe AMB memberikan kemampuan deteksi tiga dimensi yang luas, sehingga kapal mampu mengawasi wilayah udara dan permukaan laut secara simultan.
Kunjungan ke Surabaya ini merupakan persinggahan strategis usai HTMS Naresuan-421 unjuk gigi dalam latihan bersama multilateral Kakadu 2026 di Sydney. Dalam ajang tersebut, militer Thailand berlatih bersama berbagai angkatan laut dunia, termasuk TNI AL, untuk menguji interoperabilitas atau kemampuan bekerja sama antarunsur tempur.
Usai mengisi tenaga di Surabaya, kapal di bawah pimpinan Laksda Sunsearn Sadod ini meluncur menuju Singapura sebelum akhirnya kembali ke pangkalannya di Thailand. Seluruh rangkaian kegiatan di Tanjung Perak berlangsung aman dan tertib, menegaskan peran Surabaya sebagai titik temu diplomasi maritim internasional. (Agus)