Motor Listrik untuk Perahu ‘Fishing’ Makin Diminati, J Seven Outdoor Ungkap Keunggulannya

Spread the love

JAKARTA, NUSANTARA BICARA – Penggunaan motor listrik pada perahu kecil atau kayak mulai menarik perhatian pelaku aktivitas memancing dan wisata perairan. Selain menawarkan pengoperasian yang lebih praktis, motor listrik dinilai memberikan kenyamanan karena minim suara dan getaran dibandingkan mesin berbahan bakar bensin.

Hal tersebut disampaikan Marketing Director J Seven Outdoor, Edrick Tenny, saat memperkenalkan produk motor listrik untuk kayak fishing dalam pameran kendaraan listrik di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Menurut Edrick, penggunaan motor listrik pada perahu kecil memiliki potensi besar karena karakteristik aktivitasnya tidak selalu membutuhkan perjalanan jarak jauh. Sebagian pengguna kayak hanya bergerak dalam radius sekitar empat hingga lima mil untuk memancing atau menikmati kawasan perairan.

“Kalau untuk small vessel, motor listrik sekarang justru semakin menarik dibandingkan mesin bensin. Penggunaannya lebih praktis. Kita cukup memasang konektor ke baterai, lalu motor bisa langsung digunakan,” ujar Edric.

Ia menjelaskan, mesin bensin konvensional membutuhkan sejumlah persiapan sebelum digunakan, mulai dari memanaskan mesin hingga menyiapkan bahan bakar dan oli samping untuk mesin dua tak. Pengguna juga harus menghadapi suara knalpot serta getaran mesin selama perjalanan.

Sebaliknya, motor listrik menawarkan pengoperasian yang lebih sederhana. Keunggulan tersebut terutama dirasakan oleh pemancing yang membutuhkan suasana tenang ketika mendekati lokasi ikan.

Dengan motor listrik, pengguna dapat berpindah dari satu titik memancing ke titik lainnya tanpa suara mesin yang mengganggu. Pengguna juga tidak selalu perlu mematikan mesin dan mendayung secara manual ketika mendekati lokasi yang dituju.
“Yang paling terasa adalah tidak ada getaran dan suara. Teman-teman yang biasa memancing senang menggunakan motor ini karena bisa berpindah-pindah lokasi dengan lebih tenang,” katanya.

Lebih Ringan dan Praktis dalam Perawatan
Selain kenyamanan, bobot motor menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan produk tersebut. Edric mencontohkan, motor listrik yang diperkenalkan memiliki bobot sekitar dua kilogram, sehingga lebih mudah diangkat, dipindahkan, dan dipasang pada kayak.

Sebagai perbandingan, ia menyebut motor tempel bensin berkapasitas 2,5 tenaga kuda dapat memiliki bobot sekitar 13 kilogram. Perbedaan bobot tersebut memberikan kemudahan bagi pengguna yang harus membawa dan memasang sendiri peralatan sebelum beraktivitas.

Dari sisi perawatan, motor listrik juga relatif sederhana. Setelah digunakan, bagian yang sesuai petunjuk produsen dapat dibilas menggunakan air bersih, terutama pada area poros dan baling-baling.

Namun, pengguna tetap harus memperhatikan perlindungan komponen kelistrikan, khususnya terminal baterai dan konektornya. Menurut Edrick, baterai menggunakan kotak pelindung kedap air untuk menghadapi percikan, tetapi tidak dirancang untuk direndam sepenuhnya.
Produk tersebut juga dilengkapi mekanisme pengaman berupa safety switch yang dapat memutus pengoperasian motor ketika pengaman terlepas.

Daya Tahan Baterai dan Perencanaan Perjalanan
Mengenai daya tahan, Edrick menjelaskan bahwa baterai yang digunakan pada produk yang diperkenalkannya dapat mendukung pengoperasian hingga sekitar lima jam pada kecepatan penuh. Sementara itu, pada pengaturan daya yang lebih rendah, sekitar 40–50 persen, waktu penggunaan diklaim dapat melampaui 10 jam.

Durasi tersebut bergantung pada kondisi penggunaan, kapasitas baterai, beban perahu, dan faktor operasional lainnya. Ia mengakui bahwa penggunaan motor listrik membutuhkan perencanaan lebih cermat dibandingkan mesin bensin, terutama terkait jarak perjalanan, durasi penggunaan, serta waktu pengisian ulang baterai.

“Kalau menggunakan baterai, kita harus menghitung jarak yang akan ditempuh dan berapa lama waktu pengisian daya. Berbeda dengan bensin, ketika bahan bakar habis, pengguna bisa mengisi kembali dan melanjutkan perjalanan,” jelasnya.

Menurut Edric, perkembangan teknologi motor listrik untuk kayak juga terus mengalami peningkatan. Ia menyebut pengembangan yang sebelumnya menggunakan sistem 12 volt kini telah mencapai 48 volt pada produk yang dibahasnya.
Peningkatan teknologi tersebut, menurutnya, memungkinkan pengembangan motor yang lebih ringkas dan bertenaga. Meski demikian, biaya baterai menjadi salah satu komponen yang perlu diperhitungkan oleh calon pengguna.


J Seven Outdoor Perkenalkan Produk untuk Kebutuhan Maritim
Edric menjelaskan, G7 Outdoor berfokus pada kebutuhan kayak fishing dan perlengkapan marine, termasuk produk terkait Garmin Marine.
Ia menyebut produk yang dipasarkan G7 Outdoor memiliki beberapa submerek dengan asal produksi berbeda. Produk bermerek G7 yang diperkenalkan masih diproduksi di China, sedangkan produk kayak Dorado yang ditampilkan berasal dari Amerika Serikat.

Kehadiran motor listrik untuk kayak menjadi salah satu gambaran bahwa elektrifikasi tidak hanya berkembang pada mobil dan sepeda motor, tetapi juga mulai menjangkau perahu kecil untuk kegiatan rekreasi dan memancing.

Ke depan, pemanfaatan teknologi ini akan bergantung pada kebutuhan pengguna, kemampuan baterai, kemudahan pengisian daya, serta pertimbangan biaya dan keselamatan selama berada di perairan. (P)

Tinggalkan Balasan