Pangdam Mandala Trikora: Papua Selatan Cocok jadi Lumbung Pangan Nasional

Nusantara Bicara, Jakarta — TNI AD melalui Pangdam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia mengatakan bahwa Papua Selatan lebih cocok menjadi sektor pangan nasional daripada tambang.

Hal ini dikatakannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Kunjungan Presiden Republik Indonesia di Papua Selatan yang digelar di Kantor Gubernur Papua Selatan, Jalan KTM Salor, Kampung Ivimahad, Merauke, Papua Selatan, Rabu (20/5).

Frits menilai Program Strategis Nasional bidang pangan memiliki prospek besar bagi masa depan Papua Selatan dan kesejahteraan masyarakat.

Karena hal ini ia memastikan pentingnya keterlibatan seluruh stakeholder dan tokoh adat dalam mendukung suksesnya agenda nasional tersebut, khususnya di wilayah Wanam, Distrik Ilwayab.

“Saya setuju seluruh instansi dan stakeholder harus dilibatkan. Tokoh-tokoh adat juga harus ikut dilibatkan agar seluruh proses berjalan baik dan mendapat dukungan masyarakat. Program pangan ini sangat penting. Kalau sektor tambang memiliki batas waktu, maka sektor pangan bisa terus berjalan. Dalam satu tahun bisa panen tiga sampai empat kali dengan nilai ekonomi yang sangat besar,” ujar Frits seperti dikutip keterangan Penkodam XXIV/Mandala Trikora, Kamis (21/5).

Senada, Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Jhon Gluba Gebze mengatakan bahwa Merauke memiliki potensi besar menjadi lumbung padi terbesar di Indonesia apabila dikelola secara maksimal.

“Potensi Merauke sangat besar untuk menjadi lumbung pangan nasional. Karena itu seluruh persiapan harus direncanakan secara matang, termasuk antisipasi musim kemarau, irigasi, hingga pengendalian hama,” ungkapnya.

Sementara itu terkait rencana kunjungan Presiden, Gubernur Papua Selatan Apollo Safanpo menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah lokasi alternatif yang direncanakan menjadi titik pelaksanaan panen raya Presiden RI.

“Kita telah menyiapkan lokasi panen raya berikut fasilitas pendukungnya. Selain Semangga 3, kita juga siapkan alternatif lokasi di Wasur dan Wanam agar seluruh kesiapan teknis dapat dimaksimalkan,” kata Apollo.

Menurutnya, survei lapangan dan koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan guna memastikan seluruh agenda kunjungan Presiden berjalan aman, lancar, dan sesuai sasaran. (Agus)

Tinggalkan Balasan