Pantau Laut Natuna Utara, KRI John Lie-358 Pantau Pergerakan Kapal Asing

Nusantara Bicara, Jakarta — Kapal perang TNI AL, KRI John Lie-358, memperketat pengamanan di Laut Natuna Utara, Kamis (11/6). Kapal berjenis korvet ini menyisir sektor perbatasan untuk memburu dan mengantisipasi penyusupan kapal ikan asing ilegal.

Patroli intensif ini digelar di bawah kendali operasi Gugus Tempur Laut (Guspurla) Komando Armada (Koarmada) I dalam Operasi Beladau Sakti-26. Fokus utamanya adalah memastikan wilayah perairan yurisdiksi Indonesia bebas dari ancaman pelanggaran hukum laut.

Selama operasi, prajurit KRI John Lie-358 bersiaga penuh memantau radar dan melakukan pengamatan visual. Korvet kawakan ini melacak setiap pergerakan kapal yang melintas, baik armada dagang maupun kapal perikanan di sepanjang jalur strategis tersebut.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa memastikan, situasi di salah satu titik paling rawan gesekan geopolitik ini masih aman terkendali. Belum ada tanda-tanda pergerakan ilegal dari armada asing.

“Prajurit KRI John Lie-358 melaksanakan pemantauan secara intensif melalui pengamatan visual dan deteksi radar terhadap aktivitas pelayaran maupun kegiatan perikanan yang berada di area operasi. Pengawasan dilakukan secara berkesinambungan guna memastikan situasi keamanan laut tetap kondusif,” kata Ary, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada I, Jumat (12/6).

Ary menjelaskan, dari penyisiran di zona terdepan itu, tim patroli belum menemukan adanya kapal asing maupun lokal yang menjaring ikan secara ilegal. Sektor Laut Natuna Utara dipastikan bersih dari pelaku pencurian ikan (illegal fishing).

“Berdasarkan hasil pemantauan yang dilaksanakan, tidak ditemukan adanya kapal ikan asing maupun kapal ikan Indonesia yang sedang melaksanakan aktivitas penangkapan ikan di sektor patroli Laut Natuna Utara. Kondisi tersebut menunjukkan situasi perairan yang relatif aman dan terkendali selama pelaksanaan operasi berlangsung,” tegas Ary.

Meski wilayah perbatasan hari ini nihil penyusup, Ary menyatakan TNI AL tidak akan mengendurkan pengawasan. Kewaspadaan prajurit tetap dijaga pada tingkat tertinggi mengingat Laut Natuna Utara merupakan wilayah yang sangat rawan dan bernilai strategis.

Selain memaksimalkan radar kapal perang, TNI AL juga memanfaatkan laporan dan informasi dari para nelayan lokal di lapangan. Data dari nelayan dinilai sangat penting sebagai deteksi dini untuk mendukung ketajaman operasi pengawasan di laut lepas. (Agus)

Tinggalkan Balasan