Jakarta, NusantaraBicara.com — Pelatihan Administrasi Intelijen TNI AU Tahun 2026 diselenggarakan untuk meningkatkan profesionalisme personel intelijen, yang berlangsung selama empat hari, 27-30 Juli 2026, di Gedung IMC Dispamsanau, Cilangkap, Jakarta. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas administrasi dan penyusunan produk intelijen yang lengkap, aktual, akurat, serta memenuhi kaidah tata tulis sebagai bahan pertimbangan pimpinan dalam pengambilan keputusan.
Kegiatan dibuka oleh Asisten Intelijen (Asintel) Kasau Marsda TNI Jatmiko Adhi melalui sambutan yang dibacakan Panban V/Prodint Sintelau Kolonel Sus Suseno. Dalam sambutannya, Asintel Kasau menyampaikan bahwa kualitas produk intelijen sangat ditentukan oleh kemampuan personel dalam menyusun administrasi yang tertib, sistematis dan sesuai dengan standar yang berlaku sehingga menghasilkan informasi yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan..

Pelatihan ini dirancang untuk membekali para peserta dengan pemahaman yang komprehensif mengenai intelijen, baik sebagai fungsi organisasi maupun sebagai disiplin pengetahuan. Melalui pelatihan ini, diharapkan setiap personel mampu menghasilkan produk intelijen yang berkualitas, memiliki nilai analitis serta mampu memberikan dukungan yang optimal bagi proses perencanaan, pelaksanaan tugas dan pengambilan keputusan di lingkungan TNI AU.
Selain meningkatkan kompetensi individu, pelatihan juga bertujuan membangun kesamaan persepsi dalam penyelenggaraan administrasi intelijen di seluruh satuan. Keseragaman format, sistematika penyajian, dan mekanisme pelaporan diharapkan mampu meminimalkan kesalahan, kelalaian, maupun perbedaan interpretasi, sekaligus memperkuat koordinasi dan sinergi antarsatuan intelijen TNI AU.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi dari sejumlah narasumber yang meliputi administrasi dan analisa intelijen, administrasi umum TNI AU, pelaporan lapangan, pengamanan, pengamanan siber, organisasi dan tugas (Orgas), serta pembinaan profesi personel intelijen. Materi tersebut disusun untuk meningkatkan kemampuan teknis sekaligus memperluas wawasan peserta dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis dan tantangan intelijen yang terus berkembang.
Pelatihan yang diikuti oleh 15 peserta dari jajaran intelijen TNI Angkatan Udara ini, diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia intelijen yang profesional, adaptif dan berintegritas. Dengan kompetensi yang terus meningkat, setiap personel diharapkan mampu menghasilkan produk intelijen yang berkualitas tinggi, sehingga dapat memberikan dukungan informasi yang akurat, tepat waktu, dan bernilai strategis bagi keberhasilan pelaksanaan tugas serta pengambilan keputusan pimpinan TNI Angkatan Udara. (Dispenau)