Personel Kopaska dan PASKAL Malaysia Terjun Payung dari Helikopter Bell TNI AL

Nusantara Bicara, Jakarta — Pasukan elite dua negara serumpun unjuk gigi di langit Surabaya. Belasan prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL dan Pasukan Khas Laut (PASKAL) Malaysia menggelar aksi terjun payung bersama.

Latihan infiltrasi udara ini merupakan bagian dari materi latihan bersama Malindo Jaya 28AB/26.

Kepala Dinas Penerangan Komando Armada (Kadispen Koarmada) II Kolonel Laut (P) Antonius Februar menyebut aksi ini menjadi bukti kesiapan tempur pasukan khusus kedua negara.

“Kegiatan tersebut menjadi salah satu materi latihan untuk meningkatkan kemampuan operasi bersama serta mempererat hubungan kerja sama antara pasukan khusus kedua angkatan laut,” kata Antonius, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Kamis (18/6).

Rinciannya, ada 6 prajurit Satuan Kopaska Koarmada II, 8 personel PASKAL Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM), serta 2 orang pemandu penerjunan (jump master).

TNI AL mengerahkan helikopter Bell 412 HU-4205 milik Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) untuk membawa para penerjun naik ke ketinggian sebelum melepas mereka ke udara.

Satu per satu prajurit kedua pasukan khusus angkatan laut tersebut meluncur dari langit Surabaya. Mereka sukses mengembangkan parasut secara presisi dan mendarat mulus di Markas Komando Pusat Komando Pasukan Katak (Mako Puskopaska).

Latihan kemampuan infiltrasi udara ini sekaligus memperkuat jalannya Malindo Jaya 28AB/26. Agenda militer bilateral dua tahunan ini berlangsung selama empat hari, mulai 17–20 Juni. Ada dua tahapan penting dalam latihan ini, yakni fase pangkalan (harbour phase) dan fase laut (sea phase).

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali meminta seluruh prajurit menyerap ilmu taktis modern selama latihan. Senada dengan KSAL, Panglima Koarmada II Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya menegaskan kehadiran kedua pasukan elite ini punya target taktis yang nyata.

“Selain unsur kapal perang, latihan bersama Malindo Jaya tahun ini juga melibatkan tim VBSS dari Satuan Kopaska Koarmada II dan pasukan khusus PASKAL dari Malaysia pada tahapan manuvra lapangan,” ujar Alit Jaya saat upacara pembukaan latihan, Rabu (17/6).

Setelah fase pangkalan selesai, seluruh unsur akan langsung bertolak ke Laut Jawa untuk memulai fase laut. Di sana, insting tempur prajurit bakal diuji lewat serangkaian materi kompleks, seperti latihan penembak meriam kapal, prosedur pemeriksaan kapal di laut, hingga simulasi komunikasi cepat.

TNI AL sendiri menerjunkan dua kapal perang andalannya, yakni KRI Sultan Iskandar Muda-367 dan KRI Tombak-629. Sementara Malaysia mengimbangi kekuatan dengan meluncurkan KD Rencong dan KD Selangor. (Agus)

Tinggalkan Balasan