Muhammad Luthfihadi, Chief of Business Strategy qimtronics saat mengikuti pameran Indo Health Care Expo 2026 di JI Expo, Kemayoran-Jakarta, (5/8/2026).
Jakarta, Nusantara Bicara -– Perusahaan riset dan pengembangan teknologi, bernama Qimtronics, memperkenalkan lini produk alat kesehatan berbasis teknologi dengan nama Mediqa pada ajang pameran Indo Beauty Expo & Indo Health Care 2026 yang diselenggarakan dari Tanggal 5-7 Agustus 2026, di JiExpo, Kemayoran Jakarta.
Melalui produk-produk inovatif tersebut, perusahaan ingin membuktikan bahwa teknologi kesehatan buatan Indonesia mampu bersaing dengan produk luar negeri.
Chief Business Strategy Qimtronics, Muhammad Lutfihadi, mengatakan Qimtronics telah bergerak di bidang riset, desain, dan pengembangan sejak 2012. Sementara pengembangan teknologi kesehatan telah dimulai sejak 2017 melalui pembuatan prototipe stetoskop digital.
“Pengembangan sempat terhenti saat pandemi COVID-19. Namun sejak 2022 kami kembali memproduksi berbagai perangkat kesehatan melalui kerja sama dengan salah satu produsen alat kesehatan,” ujarnya.

Menurut Lutfi, Qimtronics telah memproduksi perangkat elektronik untuk timbangan digital dan alat pengukur tinggi badan dalam jumlah puluhan ribu unit. Kini perusahaan menghadirkan brand Mediqa dengan tagline “Smart Integrated Healthcare Solution.”
Produk yang dipamerkan meliputi Health Station, stetoskop digital, blood pressure monitoring, serta pulmonary examination trainer berupa manekin untuk kebutuhan pembelajaran tenaga kesehatan.
Keunggulan produk ini adalah seluruh perangkat telah terintegrasi secara digital. Data hasil pemeriksaan seperti detak jantung maupun kondisi paru-paru dapat direkam, disimpan di cloud, dan diputar kembali sehingga memudahkan dokter melakukan evaluasi serta diskusi dengan tenaga medis lainnya.
Sementara itu, Health Station mampu mengukur berbagai parameter kesehatan dan komposisi tubuh dalam satu perangkat yang telah terhubung dengan internet. Harga perangkat diperkirakan berkisar Rp50 juta hingga Rp100 juta, tergantung jenis sensor yang digunakan. “Sistemnya modular, sehingga sensor dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna,” jelasnya.
Saat ini Mediqa masih berada pada tahap pilot prototyping sehingga belum memasuki produksi massal. Fokus perusahaan adalah mencari mitra produsen maupun distributor alat kesehatan untuk mempercepat komersialisasi produk.
Lutfi mengungkapkan, hingga saat ini Medica belum bekerja sama secara langsung dengan pemerintah, meski beberapa mitra perusahaan telah terlibat dalam berbagai proyek pemerintah.
Keikutsertaan dalam ajang pameran di JI Expo Kemayoran ini menjadi debut pertama Qimtronics untuk menampilkan kemampuan teknologi kesehatan yang dikembangkan di dalam negeri. “Kami ingin menunjukkan bahwa produk lokal Indonesia tidak kalah dengan produk luar negeri. Melalui pameran ini kami berharap dapat menjalin kemitraan dengan produsen dan distributor alat kesehatan di Indonesia,” katanya.
Ia menambahkan, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) produk Fit Metriqs diperkirakan telah mencapai 60 hingga 70 persen. Apabila telah memperoleh mitra strategis, perusahaan menargetkan dapat segera memasuki tahap produksi dan memperluas pemanfaatan teknologi kesehatan buatan Indonesia secara massal, harapnya. (P)