Selesai Peremajaan Mesin, KRI Teluk Sangkulirang-542 Siap Melaut Lagi

Nusantara Bicara, Jakarta — Kapal perang pendarat tank, KRI Teluk Sangkulirang-542 selesai menjalani pembaruan total pada sistem penggerak utamanya. Unsur dari Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Komando Armada (Koarmada) II ini kini siap diterjunkan kembali untuk mendukung berbagai operasi maritim.

Panglima Koarmada II Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya menerima langsung penyerahan kapal tersebut dari Sekretaris Dinas Material Angkatan Laut (Sekdismatal) Kolonel Laut (T) Hindarto di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (11/6). Penyerahan ini menandai tuntasnya proyek repowering atau peremajaan mesin yang digarap oleh Dinas Material Angkatan Laut.

Repowering merupakan proses penggantian unit mesin lama yang sudah menurun performanya dengan mesin baru yang lebih modern. Pembaruan ini bertujuan mengembalikan serta meningkatkan keandalan, efisiensi bahan bakar, sekaligus daya dorong kapal perang saat bermanuver di laut lepas.

Usai serah terima, jajaran komando melakukan inspeksi mendalam untuk memeriksa kondisi fisik dan kesiapan teknis kapal pascaganti mesin.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada II Kolonel Laut (P) Antonius Februar, menjelaskan peremajaan komponen vital ini menjadi modal penting bagi kesiapan tempur armada TNI AL. Peningkatan kemampuan mesin ini menjamin kapal mampu mengemban tugas patroli dalam durasi yang lebih lama.

“Peningkatan kemampuan sistem penggerak kapal ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan dan keandalan unsur dalam mendukung pelaksanaan operasi di laut,” ujar Antonius, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Jumat (12/6).

Antonius menambahkan, lancarnya proyek pembaruan mesin ini membuat jajaran armada pendarat kini jauh lebih siap. KRI Teluk Sangkulirang-542 dipastikan langsung masuk ke dalam daftar tunggu kesiapan operasi terdepan.

“Dengan selesainya program repowering, KRI Teluk Sangkulirang-542 diharapkan semakin siap melaksanakan berbagai tugas operasi dan memperkuat kemampuan Koarmada II dalam menjaga kedaulatan serta keamanan wilayah perairan Indonesia,” kata Antonius.

Berdasarkan catatan sejarah, KRI Teluk Sangkulirang-542 merupakan kapal perang jenis pendarat medium kelas Frosch yang diproduksi oleh galangan VEB Peenewerft di Wolgast, Jerman Timur, pada 1978. Kapal berbobot mati 1.950 ton ini resmi dibeli pemerintah Indonesia dan mulai beroperasi memperkuat jajaran Satuan Kapal Amfibi TNI AL sejak 9 Desember 1994.

Secara spesifikasi, kapal perang sepanjang 98 meter ini dirancang khusus untuk mengangkut logistik dalam jumlah besar, termasuk membawa satu kompi pasukan marinir beserta 11 tank amfibi sekaligus. Untuk urusan pertahanan diri, kapal ini dibekali persenjataan meriam Bofors kaliber 40 milimeter serta kanon kembar kaliber 37 milimeter dan 25 milimeter. (Agus)

Tinggalkan Balasan