JAKARTA, Nusantarabicara.com — Kebutuhan masyarakat terhadap layanan estetika dan kesehatan yang semakin beragam mendorong hadirnya ekosistem klinik dengan standar internasional di Indonesia. Solitaire menghadirkan sejumlah klinik mitra dari berbagai negara yang memiliki spesialisasi di bidang bedah plastik, body contouring, transplantasi rambut, intimate rejuvenation, hingga regenerative medicine.
General Manager Marketing Solitaire, Renny Hasibuan, mengatakan konsep tersebut menjadi pembeda karena Solitaire tidak hanya menghadirkan layanan estetika, tetapi juga melakukan kurasi terhadap klinik-klinik mitra berdasarkan pengalaman, rekam jejak, teknologi, dan spesialisasi.
“Solitaire saat ini memiliki enam klinik partner dari total sekitar 15 klinik yang sedang kami kurasi dari berbagai negara. Kami ingin memastikan klinik yang hadir di Indonesia bukan sekadar sedang populer, tetapi memang memiliki rekam jejak dan pengalaman yang sudah terbukti,” ujar Renny.

Menurut dia, sejumlah klinik yang bekerja sama dengan Solitaire berasal dari negara yang telah dikenal memiliki industri estetika dan bedah plastik yang berkembang, termasuk Korea Selatan dan Brasil.
Salah satunya merupakan klinik bedah plastik asal Brasil yang memiliki spesialisasi body contouring, termasuk membantu pasien mendapatkan bentuk tubuh yang lebih proporsional setelah mengalami perubahan tubuh, seperti pascamelahirkan.
Solitaire juga menggandeng klinik transplantasi rambut dari Korea Selatan yang telah berpengalaman hampir dua dekade dan menangani lebih dari 100.000 prosedur transplantasi rambut.
Selain layanan yang sudah dikenal masyarakat, Solitaire mulai memperkenalkan kategori layanan yang relatif baru di Indonesia, antara lain intimate rejuvenation dan regenerative medicine.
“Sekarang masyarakat sudah semakin terbuka untuk merawat diri. Tidak hanya soal penampilan luar, tetapi juga bagaimana seseorang merasa lebih percaya diri secara menyeluruh. Karena itu, intimate rejuvenation menjadi salah satu kategori yang kami hadirkan,” kata Renny.
Sementara regenerative medicine diarahkan pada pendekatan yang berfokus pada pemeliharaan kualitas hidup melalui berbagai terapi berbasis teknologi dan data, termasuk terapi infus pada tingkat seluler serta terapi terkait hormon. Renny menegaskan, aspek yang tidak kalah penting dalam layanan bedah plastik adalah pemulihan setelah tindakan. Menurut dia, fase pascaoperasi justru menjadi salah satu tahapan yang harus mendapat perhatian serius.
“Dalam bedah plastik, recovery itu sangat penting. Setelah menjalani operasi, pasien tentu berharap bisa mendapatkan hasil yang membuat mereka lebih percaya diri. Namun, setelah tindakan ada fase pemulihan yang membutuhkan perhatian, kenyamanan, dan pendampingan,” ujarnya.
Karena itu, Solitaire tidak hanya melihat prosedur sebagai tujuan akhir. Pendampingan dan program pemulihan menjadi bagian penting dalam pengalaman pasien setelah menjalani tindakan estetika.
“Kami ingin pasien tidak hanya mendapatkan hasil tindakan, tetapi juga mendapatkan pengalaman perawatan yang menyeluruh, mulai dari sebelum tindakan, saat tindakan, sampai proses recovery,” tutur Renny.
Dengan pendekatan tersebut, Solitaire menempatkan kurasi mitra dan pengalaman pasien sebagai bagian penting dalam membangun layanan estetika dan kesehatan berstandar global di Indonesia.(Sugeng)