Nusantara Bicara, Jakarta — Tiga Perwira TNI AD berhasil menamatkan pendidikan di kampus militer elite Amerika Serikat yaitu U.S. Army Command and General Staff College (U.S. CGSC). Mereka adalah Mayor Czi Adiasa Wismawan dari satuan Zeni Kostrad, Mayor Inf. Zulfikar Rakita Dewa dan Mayor Inf. Ivan Riezavi Adhiputra dari kesatuan Infanteri.
Menariknya, salah satu dari ketiga perwira tersebut, yaitu Mayor Inf. Zulfikar Rakita Dewa, merupakan putra dari aktor kawakan sekaligus sutradara senior Indonesia, Deddy Mizwar.
Dilansir dari keterangan Penkostrad, Jumat (19/6), Mayor Zulfikar dan dua rekannya adalah bagian dari 951 wisudawan yang merupakan utusan 92 negara. Mereka dilantik pada tahun ajaran 2026 oleh LTG. Jim Isenhower, Commanding General, U.S. Army Combined Arms Command.
Dijelaskan bahwa Mayor Adiasa Wismawan meraih gelar Master of Military Art and Science (MMAS). MMAS merupakan program magister yang diselenggarakan oleh Army University. Untuk memperoleh gelar tersebut, peserta harus menyelesaikan penelitian akademik di bidang militer serta memenuhi standar akademik yang ditetapkan selama mengikuti pendidikan di CGSC.
“Dari 951 lulusan pada tahun ajaran 2026, hanya 54 perwira yang berhasil memenuhi persyaratan akademik untuk memperoleh gelar MMAS,” tulis keterangan Penkostrad.
Sementara itu, Mayor Zulfikar dan Mayor Ivan Riezavi berhasil memperoleh gelar Master of Operational Studies (MOS).
“Keberhasilan ketiga perwira tersebut mencerminkan kualitas, profesionalisme, dan daya saing perwira TNI AD di lingkungan pendidikan militer internasional. Pencapaian ini sekaligus memperkuat kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Amerika Serikat serta mendukung upaya TNI AD dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis global,” tulis keterangan Penkostrad.
Untuk diketahui, CGSC merupakan institusi pendidikan militer paling berpengaruh di dunia yang telah berdiri sejak 1881. Kampus militer yang berlokasi di Fort Leavenworth, Kansas, telah melahirkan banyak pemimpin militer dan negarawan dunia, termasuk Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Susilo Bambang Yudhoyono. (Agus)