TNI AL Rombak Sistem Pendidikan Perwira

Nusantara Bicara, Jakarta — TNI AL mengambil langkah besar untuk membenahi internal mereka, dengan cara merombak cetak biru pendidikan para perwira demi menghapus sekat-sekat kelompok atau silo-fication yang selama ini memicu ego sektoral antar-korps.

Langkah strategis tersebut matang dalam sebuah diskusi interaktif yang diinisiasi oleh Bidang Sumber Daya Manusia dan Reformasi Birokrasi Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Laut (SDM dan RB Sahli KSAL). Forum yang membahas peralihan dari sistem korps menuju sistem jalur (line system) ini berlangsung di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta, Rabu (20/5).

Para perwira tinggi bidang SDM dan RB memimpin langsung jalannya pertemuan yang mengumpulkan para pejabat teras Mabesal, baik secara tatap muka maupun melalui konferensi video. Sejumlah petinggi hingga perwakilan perwira menengah dari masing-masing pembina korps.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Tunggul, menegaskan pentingnya perubahan ini. Beliau menyatakan bahwa pembenahan format pendidikan perwira sudah tidak bisa ditawar lagi demi menghadapi tantangan ke depan.

“Transformasi sistem pendidikan perwira dari corps system menuju line system bukan sekadar perubahan administratif, namun menjadi kebutuhan strategis demi menjawab tantangan taktis TNI AL di masa depan,” tegas Tunggul, dikutip dari laman TNI AL, Jumat (22/5).

Tunggul juga meluruskan spekulasi yang beredar di lingkaran internal terkait nasib korps yang ada saat ini. Beliau memastikan, kebijakan anyar tersebut tidak akan mengeliminasi struktur satuan yang sudah kokoh berdiri.

“Konsep line system ditegaskan bukan untuk menghapus korps, melainkan menyatukan pola pikir secara komprehensif guna memaksimalkan peran pendidikan serta membentuk kompetensi kepemimpinan perwira TNI AL yang bersifat generalis dan adaptif,” lanjutnya.

Melalui pendekatan baru ini, jalur pembinaan karier perwira tidak lagi berjalan sendiri-sendiri di dalam sekat yang kaku. Pola penataan ini bakal menjadi senjata utama institusi untuk mengikis habis ego sektoral yang berpotensi menghambat roda organisasi.

“Sistem tersebut juga dinilai menjadi fondasi penting dalam menghilangkan silo-fication sehingga TNI AL mampu mencetak pemimpin masa depan yang memiliki kemampuan komando terintegrasi dan siap menghadapi dinamika peperangan modern yang didominasi perkembangan teknologi,” tambah Tunggul.

Untuk mematangkan konsep, forum tersebut sengaja membedah gagasan dari berbagai sudut pandang ahli. Perwira bantuan VI staf personalia KSAL (paban VI spersal) bertindak sebagai pemapar materi konsep sistem jalur, didampingi paban III spersal selaku pemangku kebijakan pendidikan, serta direktur perencanaan dan pengembangan Akademi Angkatan Laut sebagai pelaksana pendidikan perwira. (Agus)

Tinggalkan Balasan