Sekjen ATTEC Rama Auwines menilai produk tuna nasional perlu mengedepankan prinsip sustainable dan traceable agar semakin bersaing di pasar global.
Nusantarabicara.com, Jakarta, 17 September 2026 – Industri tuna Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat daya saing di pasar global melalui pengembangan perdagangan yang berkelanjutan, dapat ditelusuri, serta didukung kolaborasi berbagai pihak.
Penilaian itu disampaikan Sekretaris Jenderal Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC), Rama Auwines, dalam kegiatan bertema “Indonesian Tuna Sustainable, Traceable & Ready for the Global Market” di Jakarta.
Menurut Rama, keikutsertaan pelaku usaha dalam kegiatan tersebut bukan hanya menjadi momentum memperluas akses pasar dan perdagangan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan generasi muda.
“Kita ke sini punya gawe Pemda DKI. Tapi tentunya DKI ini bagian dari Indonesia. Harapannya dapat meningkatkan perdagangan Indonesia. Tahun lalu angkanya cukup signifikan dan transaksi yang terjadi juga cukup berhasil,” ujar Rama.
Ia menambahkan, keberhasilan kegiatan perdagangan dan pameran tidak lepas dari proses kurasi peserta. Menurutnya, pelaku usaha yang mengikuti kegiatan telah melalui kurasi, sehingga produk dan bisnis yang ditampilkan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas.
“Yang ikut rata-rata adalah anggota yang sudah dikurasi oleh Pemda DKI dan mereka ikut pameran di sini. Jadi memang sudah diperhatikan dan dipersiapkan,” jelasnya.
Dorong Anak Muda Manfaatkan Peluang Usaha
Selain aspek perdagangan, Rama menilai pameran dan forum bisnis berperan penting membuka peluang bagi generasi muda. Ia menyebut efisiensi anggaran dalam penyelenggaraan kegiatan tidak seharusnya menghilangkan tujuan menciptakan dampak ekonomi, terutama bagi anak muda yang kreatif dan mampu membangun usaha.
“Setiap event pasti punya target, salah satunya bagaimana mendapatkan pekerjaan dan membuka peluang bagi anak-anak muda. Karena anak-anak muda sekarang sangat kreatif dan bisnisnya juga berkembang,” ungkapnya.
Menurut Rama, kreativitas generasi muda dapat menjadi modal penting untuk membangun usaha baru apabila mendapatkan ruang, akses, serta kesempatan berkolaborasi dengan dunia usaha.
“Kalau kita mencari sisi positifnya, banyak sekali yang bisa kita lihat bersama dari anak-anak muda di Jakarta. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan seperti ini bisa menambah peluang untuk kolaborasi dan kerja sama, sehingga mereka bisa mendirikan usaha yang lebih baik lagi,” katanya.
Sebagai Ketua Pelaksana ATTEC 2026, Rama berharap seluruh rangkaian acara berjalan sukses dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tentunya kami berharap acara ini sukses dan bisa memberikan yang terbaik, memberikan kontribusi baik untuk Jakarta maupun Republik Indonesia,” tegasnya.
Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan generasi muda menjadi salah satu kunci memperkuat ekosistem perdagangan Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, Indonesia diharapkan semakin mampu memperkenalkan produk unggulan nasional, termasuk komoditas tuna, dengan mengedepankan prinsip sustainable, traceable, dan siap bersaing di pasar global.
Penguatan ekosistem ini sekaligus menjadi peluang mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas pasar produk Indonesia, serta menciptakan kesempatan usaha dan lapangan pekerjaan baru bagi generasi muda. (P)