Jakarta, Nusantarabicara.com -– PT Aneka Indo Foil (AIF-Kurz), perusahaan penyedia teknologi hot stamping foil dan dekorasi permukaan, menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi bagi berbagai sektor industri melalui teknologi dekoratif dan keamanan (security) berstandar internasional. Hal itu disampaikan Direktur PT Aneka Indo Foil (AIF-Kurz), Herwantho Lim, saat ditemui dalam pameran di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Herwantho menjelaskan, AIF-Kurz telah hadir di Indonesia selama lebih dari 30 tahun dan melayani beragam sektor industri, mulai dari plastik, kertas, grafika, otomotif, elektronik, furnitur, kemasan, kosmetik hingga kesehatan.

“Konsep kami adalah unlimited decoration. Artinya, dekorasi tanpa batas. Hampir semua jenis material dapat kami berikan nilai tambah sehingga tampil lebih menarik, memiliki nilai jual lebih tinggi, bahkan memiliki fungsi keamanan,” ujarnya.
Selain mempercantik tampilan produk, AIF-Kurz juga mengembangkan teknologi keamanan dokumen menggunakan Kinegram, yang disebut memiliki tingkat keamanan lebih tinggi dibandingkan hologram konvensional.
Menurut Herwantho, teknologi tersebut telah digunakan sebagai fitur keamanan pada mata uang sejumlah negara, termasuk mata uang Austria dan Euro.
“Kami bukan menggunakan hologram biasa, tetapi Kinegram yang merupakan teknologi high security. Teknologi ini jauh lebih sulit dipalsukan dibanding sistem keamanan konvensional,” katanya.
Ia mengungkapkan, teknologi tersebut berpotensi diterapkan pada berbagai dokumen penting di Indonesia, termasuk dokumen perusahaan maupun dokumen bernilai tinggi, apabila memperoleh persetujuan dari regulator terkait.
Dalam bidang kemasan (packaging), teknologi AIF-Kurz mampu meningkatkan daya tarik visual berbagai produk seperti botol minuman, kosmetik, label, kalender, brosur, hingga kemasan premium.
Teknologi dekoratif tersebut juga diterapkan pada industri kayu dan furnitur. Material seperti MDF, particle board maupun composite board dapat diberi motif kayu alami sehingga memiliki tampilan menyerupai kayu jati dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Tak hanya itu, perusahaan juga mengembangkan solusi untuk industri digital printing dengan memberikan efek metalik dan dekoratif yang tidak dapat dihasilkan melalui proses cetak biasa.
“Inovasi terbaru kami bahkan tidak lagi memerlukan proses panas (hot stamping). Cukup menggunakan tekanan dan lem UV sehingga proses produksi menjadi lebih cepat dengan kapasitas yang lebih besar,” jelasnya.
Herwantho optimistis prospek bisnis dekorasi industri masih sangat besar karena hampir seluruh sektor manufaktur membutuhkan peningkatan estetika sekaligus perlindungan terhadap produknya.
Ia menambahkan, keberhasilan perusahaan mempertahankan inovasi didukung investasi besar pada riset dan pengembangan.
“Perusahaan kami mengalokasikan sekitar 50 persen keuntungan untuk riset dan pengembangan. Kami memiliki ribuan tenaga pengembang di berbagai negara sehingga inovasi terus lahir dan mampu mengikuti kebutuhan industri dunia,” tuturnya.
Dengan dukungan teknologi dari Jerman serta jaringan global Kurz, AIF-Kurz optimistis dapat terus memperluas penerapan teknologi dekoratif dan keamanan di Indonesia, mulai dari industri kemasan, otomotif, elektronik, kesehatan, percetakan, hingga material bangunan. (PS)