PT. Mulia Industri Makmur Targetkan Penjualan 100 Unit Truck Tambang di Pameran Indonesia Coal and Energy Expo 2026

Nusantara Bicara, JAKARTA — PT. Mulia Industri Makmur selaku importir truk tambang merek SHACMAN optimistis meningkatkan penjualan selama ajang Indonesia Coal and Energy Expo 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran.


General Manager PT. Mulia Industri Makmur, Juliany Nensy, mengatakan pihaknya menargetkan penjualan lebih dari 100 unit sepanjang pameran dan tahun 2026 ini.


“Target penjualan untuk selama pameran pastinya lebih up to 100 unit,” ujar Juliany saat ditemui di sela pameran, Senin (11/5/2026).


Ia menjelaskan, SHACMAN menghadirkan kendaraan dengan spesifikasi khusus untuk sektor pertambangan. Unit yang dipamerkan telah dirancang untuk kebutuhan operasional mining dengan performa dan daya tahan tinggi.
“Untuk spek line-up sendiri memang khusus untuk mining, betul-betul untuk mining,” katanya.

Selain fokus pada kualitas kendaraan, perusahaan juga memperkuat layanan purna jual dengan memastikan ketersediaan suku cadang di berbagai wilayah Indonesia. Gudang sparepart utama berada di Marunda, sementara distribusi regional tersedia di Palembang untuk Sumatera serta Kendari dan Morowali untuk wilayah Sulawesi.
“Untuk sparepart kita ready di Marunda. Untuk Sumatera ada di Palembang, Sulawesi ada di Kendari, Morowali, dan sekitarnya. Jadi semuanya kita siap untuk pengiriman sparepart,” jelasnya.


Dalam mendukung operasional pelanggan, PT. Mulia Industri Makmur juga menyediakan pelatihan bagi pengemudi dan operator setiap pembelian unit. Menurut Juliany, perusahaan mendatangkan trainer langsung dari China yang telah mampu berbahasa Indonesia guna mempermudah komunikasi teknis.
“Kita lengkapi dengan paket training untuk driver. Trainer kita langsung dari China tapi sudah bisa berbahasa Indonesia jadi lebih direct tanpa perantara,” ujarnya.

SHACMAN sendiri telah hadir di Indonesia selama lebih dari 10 tahun. Juliany menyebut sejumlah unit bahkan masih aktif beroperasi di kawasan pelabuhan Jakarta meski usia kendaraan telah mencapai hampir 12 tahun.
“Di Jakarta sendiri ada beberapa unit yang hampir 12 tahun dan masih beroperasi,” katanya.


Selain kendaraan tambang, perusahaan kini juga mulai menghadirkan unit on-road berbasis baterai maupun diesel untuk pasar Indonesia. Produk tersebut tersedia dalam konfigurasi roda 10 hingga roda 12 dan dipasarkan ke seluruh Indonesia.
Meski menghadapi tantangan fluktuasi kurs mata uang yang berdampak terhadap harga, pihaknya memastikan tetap berupaya menjaga harga agar kompetitif di pasar nasional.


“Tantangannya sekarang mungkin lebih ke fluktuasi kurs dan sebagainya, itu pengaruh terhadap harga. Tapi kita usahakan harga tetap mampu bersaing,” tutup Juliany. (P)

Tinggalkan Balasan