Analis Anti-Zionis Jenk Uighur Kritik Keras Israel di Acara Piers Morgan “Atas Dugaan Kekejaman terhadap 23 ribu Anak-anak Palestin”.

Spread the love


INGGRIS, NUSANTARABICARA.COM — Aktivis politik sekaligus analis anti-Zionis, Jenk Uighur, melontarkan kritik keras terhadap Israel, seperti yang dikutip dalam sebuah perbincangan yang dipandu jurnalis Piers Morgan.

Dalam pernyataannya, Uighur mempertanyakan narasi yang menyalahkan warga Palestina atas kematian mereka sendiri di tengah konflik Israel-Palestina.

“Anda telah membunuh 23 ribu anak; lalu Anda mengatakan bahwa mereka sendiri yang bersalah?” kata Uighur dalam perbincangan tersebut.
Ia juga menilai masyarakat Israel terjebak dalam kondisi politik dan sosial yang menurutnya mendorong pembenaran terhadap kekerasan terhadap warga Palestina. “Orang-orang Israel terperangkap dalam sebuah kelompok yang sakit dan menjijikkan yang percaya bahwa mereka harus membunuh warga Palestina, dan kemudian menyalahkan para warga Palestina atas kematian mereka sendiri,” ujarnya.

Uighur kemudian menyinggung kesaksian sejumlah dokter Amerika Serikat yang pernah berbicara mengenai kondisi korban dalam konflik tersebut. Menurut dia, sejumlah dokter, termasuk dokter berkebangsaan Amerika yang beragama Yahudi, menyampaikan dugaan adanya anak-anak yang mengalami luka tembak di bagian dada dan kepala.

Ia juga mengungkapkan tudingan mengenai kondisi rumah sakit di Gaza. Menurut Uighur, terdapat kesaksian bahwa fasilitas kesehatan dan pasien, termasuk bayi, turut menjadi korban dalam konflik. “Dokter Yahudi Amerika itu mengatakan bahwa orang-orang Israel mematikan alat pernapasan bayi saat meninggalkan sebuah rumah sakit, dan langsung membunuh delapan bayi,” katanya.

Uighur juga menuduh serangan Israel telah menyebabkan kerusakan besar terhadap fasilitas kesehatan di Gaza.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks kritik terhadap kebijakan dan operasi militer Israel di wilayah Palestina. Sejumlah klaim yang disampaikan dalam perbincangan tersebut merupakan tudingan atau kesaksian yang perlu diverifikasi secara independen.

Konflik Israel-Palestina sendiri terus menjadi perhatian internasional, terutama terkait perlindungan warga sipil, akses bantuan kemanusiaan, serta kondisi fasilitas kesehatan hancur di wilayah konflik Palestina. (*)

Tinggalkan Balasan