Arief Mulyadi Meninggal Dunia, PNM Sampaikan Duka Cita

Spread the love

Jakarta, Nusantarabicara.com — Arief Mulyadi, Direktur Utama PNM periode 2018–2026, meninggal dunia pada Selasa, 27 Oktober 2026. Kabar tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi PNM, @pnm_persero. Kepergian Arief meninggalkan duka bagi keluarga besar perusahaan yang selama ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan usaha mikro.

Dalam pernyataan resminya, PNM menyampaikan belasungkawa sekaligus penghormatan atas pengabdian almarhum.

Perusahaan juga mendoakan agar Allah SWT menerima segala amal baiknya, mengampuni kekhilafannya, serta memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Ucapan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas kontribusi Arief selama membangun dan menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat Indonesia.

Perjalanan Karier Arief Mulyadi, dari Account Officer hingga Dirut PNM

Perjalanan karier Arief Mulyadi menjadi salah satu bagian penting dalam kiprahnya di industri pembiayaan dan pemberdayaan usaha kecil.

Ia bergabung dengan PNM pada 1999 sebagai Account Officer (AO) lapangan. Posisi tersebut memberinya kesempatan untuk mengenal secara langsung kebutuhan pelaku usaha kecil dan masyarakat yang membutuhkan akses pembiayaan.

Seiring waktu, Arief menapaki berbagai jenjang jabatan hingga memperoleh tanggung jawab yang lebih besar.

Pada 2013, ia menjabat sebagai Executive Vice President Pengembangan Kapasitas Usaha dan Riset. Sebelum memimpin perusahaan, Arief juga pernah mengemban tugas sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PNM. Kemudian, pada 2018, ia dipercaya menjadi Direktur Utama.

Perjalanan dari posisi lapangan hingga pucuk pimpinan memperlihatkan luasnya pengalaman yang ia kumpulkan selama berkarier di perusahaan tersebut.

Perjalanan Karier Arief Mulyadi, dari Account Officer hingga Dirut PNM
Kontribusi Arief Mulyadi dalam Pengembangan PNM Mekaar

Selama menjabat sebagai Direktur Utama, Arief Mulyadi berada di jajaran pimpinan yang mengawal pengembangan program pemberdayaan PNM, termasuk Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

Program ini menyasar perempuan prasejahtera yang menjalankan atau ingin mengembangkan usaha ultra mikro. Melalui pembiayaan kelompok dan pendampingan usaha, PNM Mekaar membantu nasabah memperoleh akses keuangan sekaligus memperkuat kemampuan mengelola kegiatan ekonomi keluarga.

Pemberdayaan tersebut memiliki arti penting karena banyak pelaku usaha ultra mikro menghadapi keterbatasan modal, akses layanan keuangan, dan kesempatan mengembangkan usaha.

Dalam konteks ini, kepemimpinan Arief menjadi bagian dari perjalanan PNM memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.

Meski keberhasilan program melibatkan kerja banyak pihak, pengabdian Arief selama memimpin perusahaan menjadi bagian dari catatan perjalanan PNM dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat

Kepergian Arief Mulyadi bukan hanya menjadi kabar duka bagi keluarga dan rekan kerja, tetapi juga menandai berakhirnya perjalanan seorang profesional yang menghabiskan puluhan tahun dalam sektor pembiayaan dan pemberdayaan usaha kecil. Sejak bergabung dengan PNM pada 1999 hingga memimpin perusahaan mulai 2018, ia menjalani berbagai tanggung jawab yang berkaitan dengan pengembangan usaha, manajemen risiko, dan perluasan layanan kepada masyarakat.

PNM telah menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi almarhum. Ke depan, perjalanan perusahaan dalam mendukung pelaku usaha ultra mikro akan terus menjadi bagian penting dari upaya pemberdayaan ekonomi nasional. Bagi masyarakat yang mengikuti kiprah PNM, kabar Arief Mulyadi meninggal dunia menjadi pengingat atas peran para profesional di balik program pembiayaan dan pendampingan usaha. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan. (Agus)

Tinggalkan Balasan