BPBD Kabupaten Bandung Hadiri Rakor Pentahelix di kecamatan Banjaran, Perkuat Sinergi untuk kebencanaan

Nusantara Bicara, Jabar — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung menghadiri Rapat Koordinasi Pentahelix tingkat wilayah di Aula Kecamatan Banjaran, kamis 09:00/ 23/2026

Kehadiran BPBD menegaskan komitmen Pemkab Bandung dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan percepatan pembangunan yang tangguh bencana. Rakor ini melibatkan unsur Forkopimca, para teakholder terkait dan perwakilan media.

Suasana rapat berlangsung kondusif dengan antusiasme peserta menyampaikan masukan konstruktif.Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi. Asep Rahmat,S.Sos kami mewakili Wahyudin, ST, ME sebagai kalak BPBD Kab.Bandung menyampaikan pentingnya rapat koordinasi Pentahelix sebagai strategi utama pembangunan daerah. Kolaborasi lima elemen, yaitu Pemerintah, Akademisi, Dunia Usaha, Media, dan Komunitas, dinilai kunci menjawab tantangan pembangunan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan bencana.”tutur Kabid Asep.

Empat Arahan Strategis BPBD Kabupaten Bandung: Optimalisasi Peran Pemerintahan, Pemerintah sebagai regulator dan fasilitator harus selaras dengan elemen lain. Tata kelola pemerintahan yang baik menjadi fondasi pelayanan dan perlindungan maksimal bagi masyarakat.Koordinasi Lintas Sektor Pembangunan dan penanganan masalah wilayah tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan koordinasi erat dari tingkat kabupaten hingga desa, ditopang inovasi dari akademisi dan dunia usaha, termasuk untuk mitigasi bencana. Pemanfaatan Potensi Wilayah Potensi ekonomi, sosial, dan SDA di Kecamatan Banjaran didorong untuk dikembangkan bersama dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kesiapsiagaan.Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan Setiap program harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, menjaga keseimbangan lingkungan, serta dirasakan aman dan nyaman oleh semua lapisan.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Bandung, Asep Rahmat, S.Sos, menegaskan relevansi Pentahelix dalam pembangunan saat ini. “Setiap upaya pembangunan dan pemulihan wilayah harus mengedepankan keselamatan. Rehabilitasi dan rekonstruksi bukan hanya membenahi fisik, tapi juga memulihkan sosial ekonomi masyarakat agar lebih baik,” ujar Asep.

Kabid menuturkan juga menyoroti tiga hal perencanaan Matang Berbasis Data Sinergi dengan akademisi untuk kajian ilmiah dan dukungan dunia usaha-masyarakat dalam pelaksanaan pemulihan.Kolaborasi Penanganan Bencana denganPentahelix jadi wadah untuk bergerak cepat dalam pencegahan dini maupun penanganan pasca bencana. dan adanya Peran Media dan Transparansi juga Media diharapkan menyampaikan informasi akurat dan edukatif, serta menjadi jembatan komunikasi pemerintah dengan warga.

“Kami dari BPBD siap bersinergi maksimal dengan seluruh elemen di Kecamatan Banjaran. Mari bangun wilayah yang maju, sejahtera, dan tangguh menghadapi bencana,” tutup Asep Rahmat,S.Sos. ( Wandha )

Tinggalkan Balasan