Gabriela Kwok: Industri Furnitur Tak Bisa Lagi Andalkan Produksi Manual, Teknologi Mesin Harus Terus Di-update

Spread the love


JAKARTA, Nusantarabicara.com — Perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya saing industri furnitur dan pengolahan kayu di tengah tuntutan produksi yang semakin cepat. Pelaku industri dinilai perlu mengurangi ketergantungan pada pekerjaan manual dan mulai mengoptimalkan penggunaan mesin industri.

Hal tersebut disampaikan Gabriela Kwok, anak dari Simon Adryanto Kwee pimpinan dari PT Maju Adil Sejahtera, saat ditemui dalam acara IFMAC & WOODMAC 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (23/9/2026). PT Maju Adil Sejahtera merupakan importir mesin industri dari China dan Taiwan yang produknya digunakan untuk kebutuhan industri perkayuan, khususnya proses produksi furnitur.

Menurut Gabriela, penggunaan mesin memberikan keuntungan dari sisi efisiensi karena sejumlah pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual dapat dikerjakan dengan bantuan teknologi sehingga proses produksi menjadi lebih cepat.
“Keunggulannya bisa mengurangi pekerjaan manual supaya prosesnya lebih cepat. Kalau ada order banyak, lebih bisa dikejar,” ujar Gabriele.

Ia menjelaskan, mesin industri yang dipasarkan perusahaannya dapat digunakan dalam rangkaian proses pembuatan furnitur, mulai dari pengolahan bahan kayu hingga menjadi produk jadi.

Teknologi Terus Berkembang
Gabriela mengatakan mesin industri pada dasarnya dapat digunakan dalam jangka waktu panjang. Namun, perkembangan teknologi membuat pelaku industri perlu melakukan pembaruan peralatan agar tetap mengikuti kebutuhan produksi.
“Mesinnya masih tetap bisa dipakai. Cuma makin ke sini perkembangan teknologi, mungkin perlu ganti mesin baru. Biasanya update,” katanya.

Menurut dia, pembaruan teknologi menjadi bagian dari kebutuhan industri karena perkembangan mesin berlangsung terus-menerus.
Karena itu, pelaku industri perkayuan dan furnitur dituntut tidak berhenti mempelajari perkembangan teknologi, termasuk teknologi yang berkembang di negara-negara produsen mesin seperti China.

“Harus makin memperdalam teknologinya. Harus belajar terus, termasuk melihat perkembangan di China sekarang seperti apa. Karena berkembang terus, tidak bisa begitu-begitu saja,” tutur Gabriela.

Bidik Pasar Industri Furnitur
PT Maju Adil Sejahtera selama ini memasok mesin industri kepada pelanggan di berbagai wilayah Indonesia, terutama di Pulau Jawa.
Gabriela menyebut penggunaan mesin tersebut banyak berkaitan dengan kebutuhan produksi furnitur. Menurutnya, kebutuhan terhadap mesin tetap ada karena industri membutuhkan peralatan yang mampu mendukung kapasitas dan kecepatan produksi.

Di sisi lain, perusahaan juga terus memperkenalkan produk dan teknologi baru melalui berbagai pameran industri. Keikutsertaan PT Maju Adil Sejahtera dalam pameran industri bukan hal baru. Perusahaan disebut telah mengikuti pameran secara rutin selama bertahun-tahun. “Sudah sering sekali setiap tahun. Mungkin sudah hampir sepuluh tahun ikut pameran,” ujarnya.

Generasi Muda dan Tantangan Digital
Sebagai bagian dari generasi muda yang ikut melihat perkembangan bisnis perusahaan, Gabriela juga menilai strategi digital semakin penting dalam menghadapi persaingan. Menurutnya, perusahaan perlu memperkuat promosi melalui media sosial untuk memperluas pengenalan produk kepada masyarakat dan calon pengguna mesin.

“Harus lebih ke sosial media, supaya makin sebar nama terus setiap tahun. Harus dikembangkan terus,” katanya.
Ia berharap perkembangan teknologi mesin industri dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha, khususnya dalam mempermudah dan mempercepat proses produksi furnitur.
“Semoga bisa cocok dengan barang kita dan mempergampang produksi mereka,” ujar Gabriela.

Pameran IFMAC & WOODMAC 2026 sendiri menjadi salah satu ajang bagi pelaku industri untuk memperkenalkan teknologi, mesin, serta berbagai solusi bagi sektor perkayuan dan furnitur di Indonesia. (PS)

Tinggalkan Balasan