JS Ikazuchi Merapat ke Jakarta

Nusantara Bicara, Jakarta — Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) III menyambut kedatangan kapal perang Angkatan Laut Jepang, JS Ikazuchi (DD-107). Kapal perusak kelas berat tersebut resmi bersandar di Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (22/5).

Asisten Operasi Komandan Kodaeral III Kolonel Laut (P) Boy Yopi Hamel, memimpin langsung prosesi tersebut untuk mewakili Komandan Kodaeral III Laksda TNI Uki Prasetia.

Kehadiran kapal perusak di bawah komando Komodor Nobukazu Ryuso ini bertujuan mempererat hubungan bilateral sekaligus memperluas kerja sama maritim antara Indonesia dan Jepang. Kolaborasi lintas negara tersebut menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan Asia Tenggara.

“Kunjungan ini merupakan momentum penting untuk meningkatkan kerja sama antar-angkatan laut kedua negara melalui kolaborasi maritim yang harmonis,” ungkap Uki dalam amanat tertulisnya, dikutip Sabtu (23/5).

Kedatangan JS Ikazuchi ke Jakarta sekaligus menyusul jejak saudara kembarnya (sistership), JS Harusame, yang sudah lebih dulu melakoni kunjungan maritim ke Tanjung Priok pada November 2025. Kedua kapal perang ini lahir dari rahim kedirgantaraan yang sama, yakni kelas Murasame, yang menjadi tulang punggung pertahanan armada laut Jepang.

Meskipun berada dalam satu kelas yang sama, kedua kapal perusak ini memiliki garis waktu pembangunan yang sedikit berbeda. Galangan kapal Uraga Harbor meluncurkan JS Harusame pada November 1995 dan resmi bertugas sejak Maret 1997 sebagai kapal keempat.

Sementara itu, JS Ikazuchi merupakan kapal ketujuh dari kelas Murasame. Galangan kapal Mitsubishi Heavy Industries mulai membangun kapal ini pada maret 1998, meluncurkannya ke publik pada Juni 1999, hingga akhirnya resmi memperkuat armada tempur Jepang pada Maret 2001.

Sebagai kapal perusak kawakan, JS Ikazuchi memiliki bobot kosong sekitar 4.550 ton dan melonjak hingga 5.100 ton saat bermuatan penuh. Kapal perang berdimensi panjang 151 meter ini digerakkan oleh kombinasi empat mesin turbin gas berkekuatan monster yang mampu menampung hingga 165 awak kapal, termasuk perwira dan prajurit terlatih.

Sistem pertahanan dan serangan yang tertanam di lambung JS Ikazuchi tergolong sangat mematikan. Untuk pertempuran permukaan dan udara, kapal ini mengandalkan meriam utama Mk-45 kaliber 127 mm pada dek depan, serta dua sistem senjata pertahanan jarak dekat (Close-In Weapon System/CIWS) jenis Phalanx kaliber 20 mm untuk merontokkan peluru kendali (rudal) atau jet tempur yang mendekat.

Tidak hanya itu, kekuatan pemukul kapal ini kian mengerikan lewat keberadaan peluncur kendali taktis horizontal (Vertical Launching System/VLS) Mk-41. Sistem komputerisasi modern tersebut mampu memuntahkan rudal antipesawat Evolved Sea Sparrow dan rudal antikapal selam RUM-139 VL-Asroc.

Untuk melengkapi kedahsyatan tempur bawah airnya, militer Jepang membekali JS Ikazuchi dengan dua tabung peluncur torpedo kembar tiga kaliber 324 mm untuk memburu kapal selam musuh. Pada bagian buritan, kapal ini juga menyediakan hanggar dan landasan pacu luas yang mampu menampung satu unit helikopter patroli maritim jenis SH-60J/K untuk operasi intai jarak jauh. (Agus)

Tinggalkan Balasan