Nusantara Bicara, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia atau KAI memastikan akan memberikan jaminan pendidikan bagi anak korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan bantuan tersebut akan disalurkan melalui program Asuransi Pendidikan sebagai bentuk pendampingan jangka panjang bagi keluarga korban.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tetap hadir mendampingi keluarga yang terdampak dalam situasi sulit pascakecelakaan.
“Dalam situasi yang berat ini, kami ingin keluarga tetap merasa didampingi. Untuk salah satu anak dari korban meninggal dunia, KAI memberikan jaminan pendidikan melalui program Asuransi Pendidikan agar dapat melanjutkan sekolah dengan baik,” ujar Bobby dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/5/2026).
Ia menegaskan bahwa pendampingan tersebut tidak hanya berfokus pada bantuan jangka pendek, tetapi juga diarahkan untuk menjaga keberlanjutan kehidupan keluarga korban di masa mendatang.
Selain bantuan pendidikan, KAI juga masih mengoperasikan posko informasi di Bekasi Timur guna membantu kebutuhan keluarga korban, mulai dari layanan informasi, administrasi, hingga proses pemulihan pascakejadian.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa perhatian utama perusahaan saat ini adalah memastikan seluruh keluarga korban dan pelanggan yang terdampak mendapatkan pendampingan secara menyeluruh.
Menurut Anne, proses pemulihan tidak hanya menyangkut kondisi fisik, tetapi juga aspek psikologis yang membutuhkan perhatian serius.“Kami memahami bahwa pemulihan mencakup kondisi fisik dan psikologis. Karena itu, KAI terus memfasilitasi pendampingan, termasuk layanan trauma healing, agar keluarga dan pelanggan dapat melalui masa ini dengan lebih tenang,” ujarnya.
KAI juga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi keluarga korban hingga seluruh proses selesai, sekaligus memastikan operasional layanan kereta tetap berjalan aman dan nyaman bagi masyarakat.“Kami menyampaikan duka yang mendalam dan permohonan maaf kepada keluarga serta pelanggan yang terdampak. KAI akan terus mendampingi dalam setiap proses yang dijalani,” tandasnya.
Sebagai informasi, kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026) mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.Insiden tersebut menjadi salah satu kecelakaan perkeretaapian paling serius tahun ini dan masih dalam proses investigasi oleh pihak terkait untuk mengungkap penyebab utama kejadian. (Agus)