JAKARTA, Nusantarabicara.com — Persoalan sampah organik yang selama ini kerap luput dari perhatian kini mulai mendapat sentuhan teknologi. PT Enviro MAS Sejahtera menghadirkan mesin pengolahan sampah organik yang diklaim mampu mereduksi volume sampah hingga 95 persen hanya dalam waktu sekitar 8–16 jam.
Teknologi tersebut diperkenalkan di tengah pameran di JIExpo Kemayoran, Jakarta, sebagai solusi pengolahan sampah langsung dari sumbernya. Hasil pengolahan dapat dimanfaatkan menjadi kompos maupun material organik yang memiliki nilai guna.
Komisaris PT Enviro MAS Sejahtera, Anak Agung Ngurah Gede Semara Winangun Dharma, S.M., M.M., mengatakan perusahaan sengaja memfokuskan pengembangan teknologi pada sampah organik karena persoalan tersebut masih membutuhkan perhatian serius.
“Banyak perhatian selama ini tertuju pada sampah plastik. Padahal, sampah organik juga merupakan persoalan yang harus segera ditangani karena dapat menimbulkan bau, gas metana, serta mengundang serangga dan tikus,” ujar Anak Agung Ngurah Gede Semara Winangun Dharma saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, mesin yang dikembangkan PT Enviro MAS Sejahtera memang sekilas terlihat seperti mesin pembuat kompos. Namun, fungsi utamanya bukan semata-mata menghasilkan kompos, melainkan mengurangi dan mengolah sampah organik sedekat mungkin dengan sumbernya.
“Kompos merupakan nilai tambah dari proses pengolahan. Fokus utama kami adalah bagaimana sampah organik bisa diolah lebih cepat, efisien, dan optimal sejak dari sumbernya,” jelasnya.
Sudah Digunakan di Lebih dari 20 Titik
Teknologi pengolahan sampah organik tersebut saat ini telah digunakan di lebih dari 20 titik dengan pengguna dari berbagai sektor.
Penggunanya antara lain hotel, vila, pabrik, rumah pribadi, lingkungan RT hingga sektor pertambangan. Teknologi tersebut juga mulai diterapkan dalam sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Salah satunya melalui TPS3R Kota Denpasar yang telah memesan dua unit mesin dengan kapasitas masing-masing satu ton.
Sementara untuk hotel maupun fasilitas dengan timbulan sampah yang lebih kecil, PT Enviro MAS Sejahtera menyediakan mesin dengan kapasitas sekitar 50 kilogram, sehingga teknologi dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Menurut Anak Agung, pendekatan pengolahan dari sumber menjadi penting karena selama ini persoalan sampah sering kali masih bertumpu pada pola kumpul, angkut dan buang.
Dengan mengolah sampah organik sebelum diangkut, volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan dapat ditekan sekaligus mengurangi potensi persoalan lingkungan yang muncul dari penumpukan sampah organik.
Target Produksi 3.000 Unit per Tahun
Dari sisi manufaktur, PT Enviro MAS Sejahtera menyatakan telah menyiapkan kapasitas produksi hingga sekitar 3.000 unit mesin per tahun.
Untuk mendukung proses produksi, perusahaan menggandeng PT Cipta Perdana Lancar Tbk yang berlokasi di Tangerang.
Produk tersebut juga dilengkapi garansi selama satu tahun. Sementara kebutuhan suku cadang dan layanan purna jual disiapkan untuk memastikan mesin dapat terus digunakan secara optimal di lapangan.
Saat ini kantor pusat PT Enviro MAS Sejahtera berada di Bali. Perusahaan juga tengah menyiapkan showroom di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, serta memperluas jaringan reseller di berbagai wilayah Indonesia.
Dorong Pengelolaan Sampah dari Sumber
Anak Agung menegaskan, pengembangan teknologi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendorong masyarakat, dunia usaha dan pengelola kawasan agar mulai menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya.
“Kami berharap teknologi ini dapat menginspirasi hotel, masyarakat, industri, dan pengelola kawasan untuk melakukan pengolahan sampah organik secara lebih efisien. Kalau sampah organik bisa kita selesaikan dari sumbernya, maka persoalan sampah secara keseluruhan akan menjadi lebih mudah untuk ditangani,” katanya.
Ia menambahkan, pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pengangkutan dan pembuangan. Diperlukan teknologi yang memungkinkan sampah diolah sedekat mungkin dengan lokasi asalnya sehingga volume sampah yang harus diangkut dapat ditekan.
Untuk memperkuat pengembangan perusahaan, PT Enviro MAS Sejahtera dipimpin Anak Agung Ngurah Panji Astika sebagai Direktur Utama, sedangkan Anak Agung Ngurah Gede Semara Winangun Dharma menjabat Komisaris. Melalui teknologi tersebut, perusahaan menargetkan semakin banyak masyarakat dan pelaku usaha mampu melakukan pengolahan sampah organik secara mandiri, efisien dan berkelanjutan.
PT Enviro MAS Sejahtera merupakan perusahaan di bawah Amanah Group Taman Agro yang bergerak dalam pengembangan teknologi dan solusi pengolahan sampah. Perusahaan mengklaim memiliki pengalaman lebih dari 26 tahun di bidang teknologi dan mengembangkan solusi pengolahan sampah organik untuk berbagai sektor, mulai dari hotel, vila, industri, rumah tangga, lingkungan masyarakat, pertambangan hingga fasilitas pengelolaan sampah. (s)