Nusantara Bicara, Jakarta — PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) memperkenalkan berbagai layanan dan produk unggulannya dalam ajang International Industrial Week Indonesia 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 3–6 Juni 2026. Kehadiran SIER dalam pameran ini menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan investasi dan memperkenalkan potensi kawasan industri yang dikelolanya kepada pelaku usaha nasional maupun internasional.
Perwakilan SIER, Bayu, menjelaskan bahwa perusahaan saat ini menawarkan empat lini bisnis utama yang menjadi tulang punggung layanan kepada investor dan pelaku industri.
“Produk unggulan kami ada empat, yaitu lahan industri siap bangun, bangunan pabrik siap pakai yang disewakan kepada investor, layanan pengolahan air limbah, serta ekosistem logistik yang mendukung aktivitas industri di dalam kawasan,” ujarnya di sela pameran, Rabu (3/6/2026).
SIER merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah naungan PT Danareksa (Persero) sebagai bagian dari Holding BUMN Danareksa. Perusahaan berdiri pada 28 Februari 1974 dan menjadi salah satu kawasan industri tertua di Indonesia setelah kawasan industri Pulogadung di Jakarta.
Saat ini SIER mengelola kawasan industri seluas sekitar 932 hektare yang tersebar di beberapa wilayah Jawa Timur. Kawasan utama berada di Surabaya dan Sidoarjo melalui Surabaya Industrial Estate Rungkut, sementara pengembangan terbesar berada di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) yang memiliki luas lebih dari 500 hektare. Selain itu, SIER juga tengah mengembangkan kawasan industri baru di Ngawi.
Menurut Bayu, kawasan industri di Surabaya saat ini telah berkembang menjadi bagian dari kawasan perkotaan sehingga ruang ekspansi semakin terbatas. Karena itu, pengembangan kawasan industri di Pasuruan menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam mengakomodasi kebutuhan investor yang terus meningkat.
“Perkembangan industri masih cukup baik dan investor terus berdatangan. Namun kami memang menawarkan produk premium dengan infrastruktur yang terintegrasi, mulai dari jalan kawasan, utilitas, hingga sistem pengolahan limbah yang sudah tertata,” katanya.
Bayu menjelaskan bahwa salah satu keunggulan kawasan industri yang dikelola SIER adalah kepastian legalitas lahan melalui skema Hak Guna Bangunan (HGB) di atas Hak Pengelolaan Lahan (HPL), yang dapat diperpanjang sesuai ketentuan pemerintah.
Dari sisi sektor industri, SIER mencatat pertumbuhan investasi dari berbagai bidang usaha, mulai dari industri pakan ternak, industri rokok, hingga sektor manufaktur bernilai investasi tinggi seperti industri aluminium.
Menghadapi tren industri masa depan, SIER juga mulai mengintegrasikan konsep industri hijau ke dalam pengembangan kawasan. Pemanfaatan energi terbarukan, dukungan terhadap penggunaan panel surya, hingga kesiapan infrastruktur untuk ekosistem kendaraan listrik menjadi bagian dari strategi perusahaan.
“Kami mengusung konsep Green, Modern, and Integrated. Industrinya diarahkan menjadi industri hijau, fasilitasnya modern, dan seluruh layanan terintegrasi dalam satu ekosistem kawasan,” ujar Bayu.
Selain menyediakan lahan industri, SIER terus memperluas penyediaan bangunan pabrik siap pakai yang dapat langsung digunakan investor. Perusahaan juga mengoptimalkan layanan pengolahan limbah serta memperkuat jaringan logistik yang menghubungkan kawasan industri dengan berbagai wilayah di Indonesia maupun pasar internasional.
Melalui partisipasi dalam International Industrial Week Indonesia 2026, SIER berharap dapat menarik lebih banyak investor sekaligus memperkuat peran kawasan industri Jawa Timur sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan manufaktur nasional, jelasnya.(P)