JAKARTA, Nusantarabicara.com -– Perkumpulan Marga Zhong Indonesia menggelar Musyawarah Nasional (Munas) pertama pada 10–11 Oktober 2026 di Jakarta. Agenda bersejarah ini menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan antaranggota, menyatukan perwakilan daerah, serta menjaga kelestarian budaya dan nilai-nilai luhur keluarga bagi generasi penerus.
Ketua Umum Perkumpulan Marga Zhong Indonesia, Harry Chung, dalam pidatonya menegaskan bahwa semangat gotong royong, kebersamaan, dan persaudaraan harus menjadi fondasi utama dalam membangun organisasi yang solid dan berkelanjutan.
Ia mengajak seluruh anggota untuk menjaga kekompakan, memperkuat komunikasi antardaerah, serta berperan aktif dalam mendorong kemajuan perkumpulan.
Menurut Harry, semangat kebersamaan dan gotong royong merupakan salah satu kekuatan bangsa Indonesia yang harus terus dipelihara. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk membangun hubungan harmonis di antara anggota, pengurus, dan perwakilan daerah.
Perkuat Regenerasi dan Pelestarian Budaya
Selain mempererat hubungan kekeluargaan, Munas perdana ini menjadi forum untuk memperkuat jaringan organisasi di berbagai daerah sekaligus merumuskan langkah ke depan dalam menjaga warisan budaya.
Perhatian terhadap regenerasi juga menjadi salah satu hal penting yang disoroti. Generasi muda, termasuk Generasi Z, diharapkan dapat mengambil peran dalam mengenal, melestarikan, dan meneruskan nilai-nilai luhur keluarga agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Keterlibatan generasi penerus dinilai penting agar organisasi tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu menjaga kesinambungan tradisi dan memperkuat identitas budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Apresiasi kepada Seluruh Pendukung
Dalam kesempatan tersebut, Harry Chung menyampaikan apresiasi kepada para sesepuh, peserta Munas, perwakilan cabang daerah, pendukung utama, koordinator, sponsor, serta seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi bagi terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan berupa waktu, tenaga, pemikiran, fasilitas, dan berbagai bentuk bantuan lainnya.
Harli juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan Munas pertama tersebut.
Melalui penyelenggaraan Munas perdana ini, Perkumpulan Marga Zhong Indonesia diharapkan semakin solid, mampu memperluas jejaring antardaerah, mempererat tali persaudaraan, serta menjaga warisan budaya untuk masa depan.
Semangat “Dari kita, oleh kita, dan untuk kita” menjadi pesan penutup yang menegaskan pentingnya partisipasi, rasa memiliki, dan tanggung jawab bersama dalam membangun organisasi.
Munas pertama ini diharapkan menjadi pijakan bagi Perkumpulan Marga Zhong Indonesia untuk tumbuh sebagai organisasi yang inklusif, solid, dan mampu mewariskan nilai-nilai kebersamaan kepada generasi mendatang. (Ardendi)